Minggu, 6 Oktober 2019

Hilirisasi Inovasi Teknologi Ikan Hias

Hilirisasi Inovasi Teknologi Ikan Hias

Foto: ist/kkp


Hilirisasi Inovasi Teknologi Ikan Hias

 

Depok (TROBOSAQUA.COM). Science Innovation Business Matching (SIBM) bertema 'Inovasi Pakan Ikan Hias untuk Peningkatan Daya Saing' digelar pada 2 – 4 Oktober 2019 untuk hilirisasi hasil riset inovasi budidaya ikan hias.

 

SIBM digelar oleh Balai Riset Budidaya Ikan Hias - Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

 

Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja, menyatakan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Indonesia memiliki 4.700 spesies ikan hias. Pada 2015 hingga 2018, volume ekspor ikan hias Indonesia tercatat sudah mencapai 257.862.207 ekor. Pada tahun 2018, berdasarkan data trade map, nilai ekspor ikan hias Indonesia pun mencapai USD 27,61 juta dan merupakan nilai ekspor ikan hias tertinggi dalam enam tahun terakhir.

 

“Ini merupakan kesempatan, dengan potensi alam yang bagus, peluang bisnis yang bagus, yang dibutuhkan tinggal teknologi inovasinya. Ini merupakan ranah peneliti kami untuk menghasilkan terobosan baru yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pembudidaya ikan hias,” tutur Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja.

 

Sjarief juga mendorong para peneliti dengan melibatkan masyarakat, untuk dapat  menginventaris jenis ikan hias di Indonesia, melalui aplikasi Aquarium Indonesia, yang juga merupakan hasil inovasi BRSDM.

 

Dalam kesempatan tersebut, hadir Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir. Pihaknya menyampaikan bahwa potensi alam di Kapuas Hulu sangat luar biasa, hingga ditetapkan sebagai Cagar Biosfer. 

 

“Kami menyadari pentingnya inovasi teknologi untuk percepatan pembangunan bidang budidaya di masa-masa yang akan datang. Kami sangat mendorong dan menyambut  baik segenap gagasan dan kerja sama bersama dengan BRSDM. Karena dalam membangun daerah perlu adanya dukungan dari pemerintah pusat. Melalui kerja sama ini  kami ingin  mengembalikan kejayaan ikan belida seperti 20 tahun lalu. Dengan  teknologi dan riset BRSDM, saya berharap dapat mensejahterakan masyarakat Kapuas Hulu,” tutur Nasir.

 

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan Perjanjian kerjasama antara BRBIH dengan PT Nutricell Pasific, terkait dengan pengembangan suplemen pakan untuk akuakultur; Kerjasama juga dijalin dengan Dinas Perikanan Ka. Kapuas Hulu terkait Pengembangan riset dan sumber daya manusia kelautan dan perikanan di Kabupaten Kapuas Hulu. 

 

BRSDM KP juga menggandeng Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat dan Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, terkait dengan pemanfaatan varietas rosella herbal (Hisbiscus sabdariffa var sabdariffa) dalam penelitian nutrisi dan pakan ikan hias.

 

Kepala Pusat Riset Perikanan, Waluyo Sejati Abutohir, menyampaikan bahwa dalam SIBM, BRBIH turut merilis lima inovasi baru. Inobasi pertama yakni Pakan Ikan Hias – Ashanti, yang merupakan pakan dengan kandungan astaxanthin yang telah teruji. Kedua, SuperGold Powder, yang merupakan suplemen pakan untuk meningkatkan kualitas warna ikan hias yang terbuat dari bunga marigold yang ditujukan untuk pabrik pakan ikan / feedmill.

 

Inovasi ketiga yakni Serum SuperGold, merupakan larutan yang disemprotkan ke pakan  untuk meningkatkan kualitas warna ikan hias. Produk ini diharapkan dapat membantu pembudidaya ikan skala kecil dan pemilik ikan hias. Keempat yakni, OFish’Dokter : kit untuk mendeteksi kandungan karotenoid didalam pakan ikan hias.

 

Inovasi kelima adalah big data tanaman hias air, yakni website tanaman hias air Indonesia, dilengkapi dengan barcoding dari masing-masing tanaman hias yang jika di klik akan memunculkan data dari masing-masing jenis tanaman. ist/meilaka

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain