banner12 1
Iklan Web R

Jusuf Tanamal ,Bersama Pokdakan Kembangkan KJA Laut

Jusuf Tanamal dok pribadi

 

Di daerah Desa Poka, Ambon-Maluku, Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Lalosi yang beranggotakan 10 orang melakukan proses budidaya sekaligus memasarkan ikan hasil budidayanya. Sepak terjang kelompok dikukuhkan sejak 2018 ini diketuai Jusuf Tanamal, yang telah aktif di dunia usaha budidaya ikan laut sejak 2013 lalu.

Berbekal hobi di sekitar kawasan rumah, menjadi cikal-bakal Jusuf Tanamal mengembangkan usaha budidaya keramba jaring apung (KJA) kecil-kecilan. Hingga, akhirnya dia melebarkan sayap menjadi pelaku usaha dengan berkelompok. Dalam kelompok yang membudidakan ikan kuwe, kakap putih, kerapu, hingga lobster, omzet usaha bisa mencapai lebih dari Rp60 juta per bulannya.

 

Kembangkan Usaha dari Depan Rumah

Jusuf yang kelahiran Ambon ini mulai melakukan kegiatan budidaya ikan dengan menggunakan peralatan apa adanya dan sangat sederhana. Melalui kreativitasnya, Jusuf merakit gabus menjadi pelampung dan dipasang jaring untuk menampung ikan hasil memancing. Apalagi ia memanfaatkan posisi tempat tinggalnya yang dekat dengan pantai.

“Saya memanfaatkan luas lahan yang memadai untuk budidaya ikan di laut terletak di depan rumah. Ikan yang pelihara di dalam dua kotak jaring ukuran 2x2m tersebut didapat dari hasil tangkapan yang dilakukan di Teluk Ambon,” sebut laki-laki berusia 42 tahun ini.

Jumlah ikan yang ia dapatkan terbilang sangat sedikit karena intensitas memancing yang tidak rutin. Yakni, di sela-sela pekerjaannya sebagai tenaga honorer di Universitas Pattimura Ambon antara 2013-2017. Antara 2014-2015 Jusuf menghasilkan produksi ikan kuwe sebanyak 100-250 ekor setiap siklusnya. Yang kemudian ia tambahkan ikan kakap putih dan nemo dari 2016-2017 dan bisa menghasilkan total produksi hingga 250-500 ekor per siklus.

Seiring berjalannya waktu, wadah penampung ikan tersebut cukup menjadi sarana penyalur hobi bagi laki-laki berpendidikan terakhir Sekolah Menengah Atas (SMA) ini. “Dimana, kegiatan tersebut menjadikan hobi sekaligus usaha sampingan yang memiliki hasil produksi,” ucapnya.

Maka pada 2017, bapak dua orang anak ini mulai menjadikan kegiatan budidaya menjadi sebuah peluang usaha bagi keluarganya. “Saya kemudian memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan sebagai honorer,” ujar Jusuf.

Dari situlah, sarana penampung ikan mulai Jusuf kembangkan dengan membuat KJA (keramba jaring apung) dari kayu dua kotak ukuran 2×1,5m beserta dengan rumah jaga di KJA tersebut. Hasil yang diperoleh juga semakin meningkat karena ikan yang dibudidayakan juga semakin beragam.

 

Bentuk Pokdakan

Di waktu yang berdekatan, tepatnya di 2018, ia bersama rekan-rekan pembudidaya lain akhirnya bersepakat membentuk pokdakan. “Saat itu kita lewat pendampingan dan sosialisasi oleh Penyuluh Perikanan di Desa Poka tentang pembentukan kelompok pembudidaya ikan. Dan di situ kita disosialisasi mengenai pentingnya kelompok dalam mengembangkan usaha. Kemudian, melalui pendampingan penyuluh, kami membentuk Pokdakan Lalosi dengan anggota 10 orang,” terang Jusuf.

Dari situ, Jusuf pada  akhirnya  menjadikan  budidaya  ikan sebagai pekerjaan utama dan ia terus berusaha mengembangkan kelompoknya. Contohnya melalui pengembangan arah pasar hasil budidaya.

“Hasil produksi budidaya pada awalnya dipasarkan pokdakan ke rumah makan yang ada di Ambon. Namun, terkadang menjadi sulit untuk mencari pasar jika rumah makan masih memiliki stok yang banyak. Akhirnya kami membuka lapak sendiri, dan hasil produksi budidaya secara langsung dapat dipasarkan di rumah makan seafood pokdakan kami,” jelas Jusuf.

Tidak berhenti di situ, akses pemasaran memanfaatkan sosial media gencar dilakukan oleh anggota kelompok dan penyuluh perikanan sehingga usaha kuliner ini sangat berkembang. “Bahkan sampai saat ini, kami telah menjadi contoh bagi pokdakan lain di Desa Poka untuk mengembangkan usaha mereka ke bidang pengolahan/kuliner. Dan saat ini sehingga telah terbentuk lagi empat rumah makan seafood di Desa Poka.

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 154/Maret-April 2025

Tag:

Bagikan:

Trending

Ikan budidaya (nila merah) by TROBOS
Ikan Berlimpah Jelang Lebaran
KKP kirim 1852 kontainer udang bersertifikat bebas Cesium ke AS dalam tiga bulan dok istimewa
Sebanyak 1.852 Kontainer Lolos Cesium-137
Copy of Kolaborasi masyarakat untuk mangrove dok istimewa
Kuatkan Kawasan Mangrove dan Kepiting Bakau di Lantebung
HEIF Image
Empat Aspek Penting CBIB
HEIF Image
Hiu Blacktip, Ikon Ikan Laut di Rumah DeHakim
banner6
banner9
Scroll to Top

Tingkatkan Strategi Budidaya Anda! Baca Insight Terbaru di Trobos Aqua!