banner12 1
Iklan Web R

Ikan Lokal Tertinggal di Negeri Sendiri  

Belida by KKP

Indralaya (TROBOSAQUA). Perkembangan budidaya perikanan nasional dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan pesat. Namun, ikan air tawar asli Indonesia belum sepenuhnya menjadi bagian dari arus utama tersebut. Padahal, sejumlah spesies lokal memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus peran ekologis penting. “Ikan air tawar asli seharusnya yang diutamakan untuk dikembangkan menjadi komoditas budidaya,” ujar Profesor Muslim, akademisi Universitas Sriwijaya. Di lapangan, katanya, komoditas introduksi masih mendominasi, terutama karena teknologi budidayanya telah lebih dahulu berkembang dan mudah diterapkan.

Kondisi ini berkelindan dengan keterbatasan riset dan teknologi pada ikan lokal. Berbeda dengan komoditas utama yang telah melalui proses panjang pemuliaan, ikan lokal masih berada pada tahap awal pengembangan. “Penelitian ikan lokal dimulai dari dasar, sementara ikan budidaya lain sudah jauh melangkah,” ungkapnya pada tim TROBOS Aqua (9/3). Dampaknya, proses menuju produksi massal membutuhkan waktu lebih lama serta konsistensi pengembangan yang tidak selalu berlanjut dari satu program ke program berikutnya.

Profesor Muslim by Pribadi
Profesor Muslim by Pribadi

Ketimpangan tersebut terlihat pada tingkat kesiapan masing-masing spesies. Beberapa jenis seperti nilem, betok, dan gabus mulai masuk tahap produksi, tetapi sebagian lainnya masih tertahan di fase krusial, terutama pada pembenihan dan pemeliharaan induk. “Ada yang berhenti di tahap larva, ada juga yang terkendala aspek keekonomian,” terang laki-laki yang berdomisi di Indralaya, Palembang-Sumatera Selatan. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan di tingkat riset belum sepenuhnya terhubung dengan kebutuhan skala usaha.

Lebih dalam Muslim membeberkan, di sisi lain, pengelolaan sumber daya ikan di alam juga menghadapi keterbatasan data. Untuk beberapa spesies bernilai ekonomi tinggi, ketersediaan data stok populasi masih belum berbasis survei ilmiah yang memadai. “Masih mengandalkan asumsi dan data parsial,” jelasnya. Kondisi tersebut berdampak pada kebijakan pengelolaan yang belum sepenuhnya berbasis data, termasuk dalam pengaturan penangkapan di perairan umum.

Seiring berjalannya waktu, tekanan terhadap ikan lokal berpotensi meningkat apabila tidak diimbangi dengan penguatan budidaya. Muslim menjelaskan, spesies bernilai ekonomi tinggi seperti belida, baung, dan beberapa kelompok ikan lainnya disebut menjadi yang paling rentan. Untuk itu, penguatan riset, penyusunan roadmap nasional, serta dukungan kebijakan dan insentif menjadi bagian yang terus didorong. “Kebijakan yang mendukung riset ikan lokal dan insentif bagi masyarakat sangat diperlukan,” jujurnya.dian/dini/edt

Tag:

Bagikan:

Trending

By Istimewa
Nyamankan Benur untuk Padat Tebar Tinggi
Belida by KKP
Ikan Lokal Tertinggal di Negeri Sendiri  
Hasil panen udang dok trobos
Film Komposit Kitosan/CMC Pertahankan Kualitas Vannamei
Panen nila by TROBOS
Nila Hitam dari Kediri
Fillet patin by Ramdan
Patin Indonesia Incar Pasar Haji  
banner6
banner9
Scroll to Top

Tingkatkan Strategi Budidaya Anda! Baca Insight Terbaru di Trobos Aqua!