WhatsApp Image 2026 06 02 at 13.58.09

Budidaya Ramah Lingkungan Demi Keamanan Pangan

03BC80D5-0C6E-4F9E-9C70-3BF95B46058E

Jakarta (TROBOSAQUA). Guru Besar IPB, EttyRiani, menegaskan, tanpa budidaya ramah lingkungan, akanada tantangan keamanan pangan. Pernyataan itu ia sampaikandalam Aquabinar Series ke-26 (23/9) lalu.

Prinsip ramah lingkungan, sambungnya, kini mulaimenjadi standar baru dalam budidaya udang. Petambakdianjurkan menggunakan pakan alami, meminimalkanpenggunaan obat-obatan sintetis, serta mengandalkanprobiotik, imunostimulan, atau musuh alami untukmengendalikan hama. Tambak resirkulasi dengan buffer mangrove serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sederhana juga menjadi keharusan. “Tidak menggunakanbahan kimia dan obat sintetis berarti kita menjaga ekosistemperairan tetap lestari,” tegasnya.

Teknologi pengolahan air ramah lingkungan sepertifloating treatment wetland turut menjadi sorotan. Teknologiini mampu meminimalkan cemaran dari hulu, sehingga air yang masuk ke tambak relatif lebih bersih dan amandigunakan. Pendekatan back to nature dengan bioflok, konsep3R (reduce, reuse, recycle), hingga penggunaan energi rendahkarbon juga sejalan dengan tren global menuju akuakulturberkelanjutan. “Kita harus mengingat konsep daya dukungekologis—produksi hanya bisa berkelanjutan jika limbahdikelola dan lingkungan tetap terjaga,” tutur Etty kepadapeserta Aquabinar.

Meski demikian, penerapan sistem budidaya ramahlingkungan masih menghadapi sejumlah kendala. Biayainvestasi awal yang tinggi, pengetahuan petambak yang terbatas, hingga pasar domestik yang belum sepenuhnyamenghargai produk berlabel eco-friendly menjadi tantangannyata. Di sisi lain, integrasi tata ruang darat-laut dan pengelolaan limbah industri darat yang belum optimal turutmemperumit keadaan. “Edukasi, pelatihan, serta kolaborasimultipihak adalah kunci, tidak bisa hanya pemerintah atauindustri saja yang bergerak,” tegas Etty.

Kedepan, sektor perikanan, khususnya perudangannasional perlu menjawab tantangan global denganmenegakkan prinsip keamanan pangan dan keberlanjutan. Dengan komitmen bersama, Indonesia bukan hanyamempertahankan posisinya sebagai raksasa produksi udangdunia, tetapi juga memastikan produk yang dihasilkan sehat, aman, dan ramah lingkungan. “Kalau kita ingin udangIndonesia tetap berjaya, maka budidayanya harus selarasdengan lingkungan,” tutup Etty Riani.dian/dini/edt

Tag:

Bagikan:

Trending

penandatanganan kerjasama
Siger PIK Unila Dorong Inovasi Riset Perikanan Berkelanjutan Untuk Ketahanan Pangan
ADV-SYAQUA-2.jpg
SyAqua Mengoptimalkan Kadar Protein Dalam Pakan Udang: Bukti dari Uji Komersial Multi-Tambak di Thailand
Patin siap fillet by TROBOS
Ketika Dapur MBG Memburu Daging Ikan  
Lele tanpa kepala dan jeroan mulai disukai pasar by Pribadi
Benih Seret, Pasokan Lele Tertekan
Fillet patin by TROBOS
Patin-Lele Siap, Distribusi Belum  
banner6
banner9
Scroll to Top