banner12 1
Iklan Web R

Ikan Lokal, Momentum yang Butuh Komitmen

Bobby dok pribadi

Di tengah kekayaan ratusan spesies ikan air tawar yang dimiliki Indonesia, budidaya nasional justru masih didominasi oleh ikan introduksi seperti nila, lele, dan patin. Kondisi ini kontras dengan potensi sumber daya ikan lokal yang tersebar di berbagai perairan Nusantara.

Perairan tawar Indonesia dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman ikan air tawar dunia. Sungai-sungai besar di Pulau Sumatera dan Kalimantan, kawasan rawa lebak, hingga danau alami di berbagai daerah menjadi habitat bagi ratusan spesies ikan asli dengan karakter biologis yang beragam. Sebagian di antaranya bahkan telah lama menjadi bagian dari identitas kuliner masyarakat setempat.

Nama-nama seperti baung, nilem, belida, betok, hingga ikan batak atau Tor soro bukanlah spesies asing bagi masyarakat di daerah asalnya. Ikan-ikan tersebut dikenal memiliki cita rasa khas dan nilai ekonomi yang tidak kecil. Dalam beberapa kasus, harga jualnya di pasar bahkan dapat melampaui harga ikan budidaya yang lebih umum diproduksi.

Namun dalam peta budidaya nasional, posisi ikan lokal masih tertinggal dibandingkan komoditas introduksi. Nila, lele, dan patin menjadi tulang punggung produksi perikanan air tawar karena teknologi budidayanya telah berkembang mapan, mulai dari pembenihan hingga pembesaran.

Sebaliknya, sebagian besar ikan asli Indonesia masih mengandalkan tangkapan dari alam. Di banyak wilayah, pasokan ikan lokal yang beredar di pasar bahkan masih didominasi hasil tangkapan nelayan dari sungai dan rawa.

Kondisi ini juga turut memengaruhi dinamika pasar benih. Sadarlis, pembenih ikan baung di Riau, menuturkan, keberadaan benih hasil tangkapan alam kerap menekan harga benih budidaya. Ketika pasokan benih dari alam melimpah, benih tersebut biasanya dijual dengan harga lebih murah sehingga memengaruhi harga benih hasil pembenihan.

“Kalau benih dari alam sedang banyak, harganya biasanya lebih murah sehingga benih budidaya ikut terdampak. Tapi kami sebagai pembudidaya tidak banyak yang bisa dilakukan. Bagaimanapun pembudidaya dan nelayan kan sama-sama mencari ‘makan’, hanya caranya saja yang berbeda,” lirihnya (12/3).

Budidaya ikan gabus by dini
Budidaya ikan gabus by dini

Akademisi perikanan Universitas Sriwijaya, Profesor Muslim, menilai kondisi ini menunjukkan paradoks dalam pembangunan perikanan nasional. Di satu sisi, Indonesia memiliki kekayaan plasma nutfah ikan air tawar yang sangat besar, tetapi di sisi lain komoditas budidaya justru didominasi oleh spesies introduksi.

“Ikan air tawar asli Indonesia seharusnya yang diutamakan untuk dikembangkan menjadi komoditas budidaya. Sekarang spesies budidaya justru didominasi spesies datangan atau introduksi,” ujarnya siang itu (9/3).

Menurutnya, ikan lokal sebenarnya memiliki sejumlah keunggulan yang tidak dimiliki ikan introduksi, terutama dari sisi preferensi konsumen. “Ikan lokal memiliki keunggulan dibandingkan ikan introduksi terutama dalam hal daya terima rasa, harganya lebih tinggi, serta menjaga kelestarian sosial budaya lokal,” jelasnya.

Profesor Muslim juga mengingatkan bahwa dominasi ikan introduksi tidak hanya berkaitan dengan aspek produksi. Dalam kondisi tertentu, spesies tersebut dapat memengaruhi keseimbangan ekosistem perairan.“Spesies introduksi ini jika dalam kegiatan budidaya lepas ke perairan umum, dapat menjadi ancaman serius bagi spesies asli atau natif,” tuturnya. Lebih dalam ia menjelaskan, pengembangan ikan lokal perlu mendapat perhatian lebih dalam pembangunan perikanan budidaya agar potensi sumber daya ikan asli Indonesia tidak semakin terpinggirkan.

 

Artikel selengkapnya dapat dibaca di rubrik Inti Akua Edisi 166

Tag:

Bagikan:

Trending

Budidaya nila dok trobos
Imbauan Pembudidaya Antisipasi El Nino
Pemaparan Ria Veriani by Istimewa
 Dari Diklat ke Ekosistem Pembelajaran ASN
By Istimewa
Nyamankan Benur untuk Padat Tebar Tinggi
Belida by KKP
Ikan Lokal Tertinggal di Negeri Sendiri  
Hasil panen udang dok trobos
Film Komposit Kitosan/CMC Pertahankan Kualitas Vannamei
banner6
banner9
Scroll to Top

Tingkatkan Strategi Budidaya Anda! Baca Insight Terbaru di Trobos Aqua!