Jakarta (TROBOSAQUA). Kebutuhan konsumsi ikan nasional pada triwulan I 2026 diperkirakan mencapai sekitar 1,94 juta ton. Jumlah tersebut masih jauh di bawah proyeksi produksi perikanan nasional yang diperkirakan mencapai 3,57 juta ton pada periode yang sama, sehingga pasokan ikan dinilai tetap aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Dilansir Tempo, produksi tersebut berasal dari perikanan budi daya sebesar 2,05 juta ton dan perikanan tangkap sekitar 1,52 juta ton sepanjang Januari-Maret 2026. Selisih produksi yang cukup lebar ini memberi ruang bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengantisipasi peningkatan permintaan saat puncak konsumsi Lebaran.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Machmud, mengatakan produksi yang lebih tinggi dari konsumsi memungkinkan pengelolaan stok secara lebih fleksibel. “Produksi ditambah stok masih lebih tinggi dibandingkan kebutuhan dan konsumsi,” ujarnya dalam konferensi pers daring (19/2).

Kelebihan produksi tersebut dapat diserap melalui fasilitas penyimpanan dingin. Secara nasional terdapat 2.287 unit cold storage dengan kapasitas total sekitar 899 ribu ton. Sebagian besar fasilitas tersebut dimiliki swasta sebanyak 2.035 unit, sementara sisanya dikelola pemerintah.
Dalam konteks industri, ketersediaan stok yang memadai menjadi faktor penting untuk menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen sekaligus memberi kepastian pasar bagi pelaku usaha perikanan. KKP juga memastikan distribusi ikan di sejumlah wilayah tetap terjaga selama Ramadan hingga Idul Fitri, dengan tingkat ketersediaan tercatat lebih dari dua kali lipat dibandingkan kebutuhan konsumsi masyarakat.ist/dian/dini/edt



