Jakarta (TROBOSAQUA). Saat ini, harga udang yang anjlok belum kembali ke posisi awal. Menyiasati kondisi saat ini, George Samuel, Presiden, Direktur PT Samudra Berhasil Bersama (SBB) minta petambak dan teknisi menghitung kembali, ketika udang size 100 harganya Rp40 ribu. Biaya untuk benur dan pakan saja sudah Rp29.500, belum lagi lagi naker, listrik dan lain-lain. Maka pergerakan harga harus dihitung benar. Kini sisa 25% yang menjadi profit petambak hilang. Petambak harus sangat sadar terhadap produksi dan biaya.
Ia mengingatkan, petambak harus selalu awas bahwa ada yang selalu berubah variabelnya di lapangan. “Petambak tidak tahu harga saat panen nanti. Makanya petambak harus selalu memitigasi segala risikonya,” ucap George.
Diingatkannya, pola pikir petambak harus berubah, termasuk teknisi juga harus berubah. Selama ini pernah tidak menghadapi kesulitan jual udang. Sekarang itu dihadapi, termasuk menghadapi serangan penyakit EHP. Makin ke sini petambak dihadapkan pada ketidakjelasan, penyakit dan pemerintah serta harga jual udang.
“Makanya pengambilan keputusan harus berubah. Hitung-hitungannya harus kencang. Hitung biaya listrik kincir per kolam, biaya lain-lain. Jarang teknisi yang melakukan perhitungan secara detil. Selama ini baru dihitung menunggu size 30 yang selisih dengan size 40 hanya dua ribu. Padahal penambahan biaya pakan besar sehingga justru merugikan,” beber petambak muda yang senang tinggal di farm dengan alasan bisa menenangkan diri.
Petambak harus kembali kepada ketertiban diri sendiri. Boleh ekspektasi tinggi tetapi harus didukung dengan sarana dan prasarana.
“Ini ekspektasi tinggi tapi kincir tidak diperbaiki tentu tidak matching. Keputusan diambil berdasarkan data. Aplikasi data-data bisa dilakukan sendiri. Misalnya, pilih size besar yang masih berspekulasi atau yang sudah pasti. Jangan sampai hidup mati budidaya teknisi yang menentukan. Logikanya kita harus bisa bandingkan data dengan teknisi. Teknologi berperan membantu keterbatasan. Teknologi harus dikembangkan untuk membantu petambak,” beber George.datuk/dini/edt



