Tangerang (TROBOSAQUA). Ajang pameran dan konferensi industri peternakan serta perikanan terbesar di Indonesia, Indo Livestock 2026 Expo & Forum, dipastikan kembali digelar pada 16–18 Juni 2026 di Grand City Convex Surabaya. Kepastian tersebut disampaikan dalam technical meeting yang berlangsung pada 12 Mei 2026 di NICE PIK2.
Dalam pertemuan tersebut, panitia memaparkan rangkaian agenda yang akan berlangsung selama tiga hari penyelenggaraan. Berbagai program telah disiapkan, mulai dari seminar teknis, forum bisnis, diskusi industri, hingga aktivitas interaktif yang melibatkan pelaku usaha, akademisi, pemerintah, dan komunitas.
Pada hari pertama, Selasa (16/6), kegiatan akan difokuskan pada seminar dan diskusi teknis terkait penguatan sektor peternakan dan perikanan nasional. Sejumlah agenda yang dijadwalkan antara lain seminar ketahanan pangan, pelatihan community animal health workers (CAHW), technical product presentation, serta vet focus case discussion. Suasana pameran juga akan semakin semarak melalui live cooking demo hasil perikanan yang dikemas dalam program happy hour.
Memasuki hari kedua, Rabu (17/6), penyelenggaraan Indo Livestock 2026 akan diawali dengan opening ceremony sebagai penanda resmi dibukanya pameran. Pada hari yang sama, panitia juga menghadirkan sejumlah forum strategis seperti logistic talkshow, Indonesia–Australia business matching, technical presentation, dan vet focus case discussion. Melalui berbagai agenda tersebut, Indo Livestock 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi teknologi dan produk terbaru, tetapi juga wadah kolaborasi lintas sektor guna memperkuat rantai pasok industri peternakan dan perikanan nasional.

Sementara itu, pada hari terakhir, Kamis (18/6), kegiatan akan difokuskan pada kompetisi, talkshow, dan penguatan jejaring industri. Salah satu agenda utama adalah Indo Livestock Grand Championship yang berlangsung sepanjang hari. Selain itu, terdapat talkshow hilirisasi perikanan, presentasi produk teknis, vet focus case discussion, hingga program youth farmers day yang melibatkan generasi muda pertanian dan peternakan. Program tersebut diharapkan mampu mendorong regenerasi pelaku usaha sektor pangan berbasis protein hewani di Indonesia.
Melalui pemaparan program dalam technical meeting tersebut, panitia menegaskan bahwa Indo Livestock 2026 tidak sekadar menjadi ajang pameran bisnis, melainkan juga pusat pertukaran informasi, inovasi, dan pengembangan jejaring industri. Dengan hadirnya berbagai program edukatif dan kolaboratif, penyelenggaraan tahun ini diharapkan dapat memperkuat daya saing industri peternakan, kesehatan hewan, dan perikanan Indonesia di tingkat global. Ist/adrian



