Jakarta (TROBOSAQUA). Departemen Teknik Mesin UI tengah mengembangkan teknologi mesin pembuat ‘slurry ice’ alias es bubur, sebuah inovasi yang diyakini jauh lebih efektif dalam menjaga suhu ikan tetap rendah selama proses penyimpanan. “Kami mulai mengembangkan alat ini sejak 2010. Awalnya berat, karena hampir tak ada referensi tentang ini dalam konteks nelayan kecil,” tutur Agus S Pamitran, peneliti dari Departemen Teknik Mesin UI.
Secara teknis, es bubur merupakan campuran air bersuhu rendah dengan zat aditif, yang kemudian diubah menjadi cairan semi-beku melalui proses pendinginan dan pengadukan oleh auger. Sistem ini memiliki keunggulan luar biasa dari sisi lingkungan maupun ekonomi.
Kapasitas pendinginannya atau cooling capacity bisa mencapai 4 hingga 6 kali lipat lebih tinggi dibandingkan air dingin biasa, tergantung pada fraksi es yang terbentuk. Selain itu, beragam refrigeran primer yang tersedia saat ini dapat digunakan untuk memproduksi es bubur, menjadikannya fleksibel dan adaptif terhadap berbagai kondisi.

Dalam satu jam, mesin es bubur buatan Universitas Indonesia mampu memproduksi sekitar 10 hingga 15 liter, atau setara 300 liter per hari. Kapasitas tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan nelayan skala kecil hingga menengah.
Agus menegaskan, pengembangan alat ini tidak hanya menjawab kebutuhan teknis di lapangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian teknologi nasional di sektor kelautan dan perikanan.
Mesin es bubur diuji coba secara langsung oleh para nelayan di Pantai Indah Djokerto, Trenggalek, dalam kegiatan kolaboratif bersama PT DS Solutions International. Dalam kesempatan itu, hadir pula Staf Ahli Menteri KKP bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya, Trian Yunanda, yang turut menyaksikan langsung performa teknologi ini di lapangan. “Es bubur mampu membekukan ikan lebih cepat dibanding es balok. Suhunya pun jauh lebih rendah,” ungkap Trian.
Ia menjelaskan bahwa es balok umumnya memiliki suhu sekitar -0,5°C, sementara es bubur dapat mencapai -3,5°C. Perbedaan suhu ini sangat signifikan. Es bubur mampu menjaga kesegaran ikan dalam waktu lebih lama karena mampu mendinginkan ikan secara cepat dan merata.nattasya/dini/edt



