Jakarta (TROBOSAQUA). Menteri Kelautan dan Perikanan (Men KP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pihaknya telah mengembangkan budidaya perikanan yang disesuaikan dengan komoditas paling dominan di masing-masing wilayah. Program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang berbasis kearifan lokal dan tematik sesuai potensi paling dominan di daerah, sejalan dengan pengembangan budidaya perikanan yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (Sekjen APJI), Ariguna Napitupulu menyambut baik penandatanganan Nota Kesepakatan antara Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI) dengan APJI pada akhir Desember lalu. Mengingat saat ini APJI memiliki sekitar 3.000 anggota yang tersebar di 30 provinsi. Dia menyebut anggotanya rutin menggunakan produk-produk catfish.
Ariguna juga menyebut APJI sebagai trainer calon kepala dapur Badan Gizi Nasional (BGN) akan memberikan materi mengenai catfish sebagai sumber protein yang baik bagi para calon kepala dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “Kami (APJI) juga memiliki chef profesional termasuk celebrity chef yang dapat diberdayakan membuat resep produk catfish yang sesuai selera masyarakat,” ujar Arinapit.
Sebagai informasi, KKP telah mendukung pelaksanaan beberapa ujicoba atau simulasi di beberapa lokasi yang penentuan menunya dikonsultasikan dengan ahli gizi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) BGN. Dalam uji coba tersebut, beberapa lokasi menggunakan fillet patin sebagai sumber protein, yang menunjukkan bahwa produk catfish sesuai dengan kriteria program Makan Bergizi baik dari sisi nutrisi maupun harga.pdspkp



