WhatsApp Image 2026 06 02 at 13.58.09

Pakan Mandiri KPM3, Berkembang Pesat

Mesin pembuatan pakan yang dioperasikan koperasi By KKP

Ogan Komering Ulu (TROBOSAQUA). Pabrik pakan mandiri yang diusahakan Koperasi Produsen Mina Mitra Mandiri (KPM3) di Desa Sukosari, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan terus berkembang pesat. Terakhir, koperasi juga mengoperasikan mesin pembuatan pakan tenggelam berkapasitas 2,5 ton/jam sejak 2014 lalu.

Menurut Purwanto, Ketua KPM3, pihaknya mulai memproduksi pakan mandiri sejak 2018 dengan sebuah mesin kapasitas kecil yakni 200 kg/jam. Saat itu pabrik belum dikelola koperasi melainkan baru berbentuk kelompok yakni Kelompok Pembudidaya Ikan Mitra Mandiri. Kemudian setelah berkembang baru diubah menjadi koperasi,” tutur Purwanto kepada TROBOS Aqua, Rabu (10/9).

Selanjutnya, seiring penetapan Kabupaten OKU Timur menjadi Kampung Perikanan Budidaya Ikan Patin pada 2021 melalui Keputusan Menteri KKP maka keperasi mendapat bantuan mesin pembuatan pakan berkapasitas 1 ton/jam. “Namun bentuknya sharing usaha, KKP memberikan mesin dan koperasi menanggung infrastruktur dan permodalan usaha,” sambungnya.

Purwanto 1

Berikutnya pada 2024, KPM3 kembali investasi mesin pembuatan pakan tenggelam dengan kapasitas 2,5 ton/jam guna memenuhi kebutuhan pakan 232 anggota yang mengusahakan 124 ha kolam ikan patin.

Dijelaskannya, dalam memproduksi pakan, koperasi melakukan konsolidasi dengan pembudidaya ikan patin di OKU Timur guna mendata kebutuhan pakannya, produksinya dan masalah yang dihadapi. Setelah diketahui kebutuhan baru koperasi kontrak dengan produsen bahan baku.

Cara tersebut bertujuan untuk memastikan pakan yang diproduksi terserap oleh anggota, lalu suplai bahan baku terjamin sepanjang tahun, harganya lebih murah dan kualitasnya pun baik. “Dengan adanya penjualan pakan dan suplai bahan baku tersebut kami mendapatkan jaminan keberlanjutan usaha,” ungkapnya.

Diakui Purwanto, produksi pabrik pakan yang mereka kelola masih jauh dari mencukupi kebutuhan pembudidaya ikan patin dan lele di OKU Timur. Pasalnya, pembudidaya ikan di daerah ini membutuhkan 70 ribu ton pakan per tahun, sementara yang mampu dipasok koperasi baru 2 ribu ton. “Jadi produksi pabrik kami baru sekitar 3 % dari kebutuhan pakan di OKU Timur,” tambah Purwanto.

Adapun pakan yang diproduksi pabrik KP M3 terdiri dari Superpatin dengan kandungan protein 24 % dan Superlele dengan kandungan protein 34 persen. Pabriknya sudah mengantongi Sertifikat Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB) sehingga layak edar dan sudah terdaftar di KKP pada 2021.datuk-lampung/dini/edt

Tag:

Bagikan:

Trending

WhatsApp Image 2026-08-17 at 02.51
81 Tahun Merdeka, Menyiapkan Generasi Sehat untuk Indonesia Masa Depan
B5DEC2EA-B3C2-421A-88E0-55FEB1601F56
Jaga Kualitas Air, Kunci Keberhasilan Budikgalon
Panitia dan peserta Tematik IDBU 42 Universitas Diponegoro by Pribadi
Melirik Peluang Usaha dari Aquascape  
Pemateri dan peserta AquaDigest 2026 by panitia AquaDigest
Formulasi Pakan Dituntut Lebih Fleksibel di Tengah Gejolak Pasokan Global  
Riset Kunci Akuakultur
Riset Kunci Akuakultur Berkelanjutan
banner6
banner9
Scroll to Top