Tangerang (TROBOSAQUA). Nusantara Livestock & Poultry (NLP) Expo 2025 resmi dibuka Kamis (6/11). Ribuan pengunjung sejak pagi memadati arena, menciptakan atmosfer meriah dan penuh optimisme terhadap masa depan peternakan nasional. Ajang perdana ini menjadi wadah besar kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat industri peternakan dan mewujudkan kemandirian pangan Indonesia.
Pameran yang berlangsung pada (6–9/11) ini mengusung tema ‘Shaping a Resilient Food Estate for Indonesia’ dan menjadi magnet bagi pelaku agribisnis dari berbagai daerah. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pertanian,Sudaryono, bersama Rafidi Iqra Muhammad, Direktur PT Debindo Global Expo, serta para pimpinan asosiasi besar seperti Desianto (Ketua Umum GPMT), Achmad Dawami (Ketua Umum GPPU), dan Mindo Sianipar (Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Alat & Mesin Pertanian Indonesia).
Dukungan kuat datang dari berbagai lembaga negara, mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, hingga Badan Pangan Nasional dan DPR RI. Sinergi lintas lembaga ini memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam membangun sistem pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

Dukungan tersebut terasa nyata di lapangan. Sejak pintu pameran dibuka, pengunjung dari berbagai daerah tumpah ruah di setiap booth. Stand milik Chickin, Agrifam, Biochem, NusaQu, Wincahaya, hingga Syariftech ramai diserbu peserta yang penasaran dengan inovasi teknologi terkini di bidang pakan, perunggasan, dan kesehatan hewan. Area pameran yang menampilkan sembilan kategori produk peternakan menjadi titik temu dinamis antara pengusaha, peneliti, dan investor.
Tak hanya menampilkan teknologi, kegiatan ini juga diramaikan oleh rangkaian business programme yang mempertemukan ide, inovasi, dan strategi. Salah satu sorotan utamanya adalah Nusantara Food Summit, hasil kolaborasi dengan media Narasi, yang dipandu langsung oleh Najwa Shihab. Forum ini menjadi ajang bertemunya para tokoh nasional untuk membahas tema ‘Food Security 2.0: Mewujudkan Kemandirian Pangan’.
Sesi pertama menghadirkan Maria Nunik Sumartini (Ditjen PKH), Febby (Nulog), dan Tubagus Syailendra (CEO Chickin Indonesia) yang membahas pentingnya inovasi rantai pasok pangan. Dilanjutkan sesi kedua bersama H Yandri Susanto (Menteri Desa PDTT), Widiastuti (Deputi Kemenko Perekonomian), Prof Arif Satria (Rektor IPB University), dan Dian Novita (Ketua Umum Perempuan Tani HKTI) yang menyoroti strategi keberlanjutan pangan nasional.

Forum yang dipandu Najwa Shihab itu bukan sekadar diskusi, melainkan ruang pertemuan gagasan dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga komunitas inovator. Suasana penuh antusias tampak ketika para peserta aktif berdialog, menandakan besarnya semangat kolaboratif untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
Kemeriahan tak berhenti di situ. IPB Stakeholder Forum, Seminar Outlook oleh GPMT, serta Business Matching oleh Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan turut menarik perhatian peserta yang haus akan inovasi dan kerja sama.
Menariknya, Nusantara Livestock & Poultry Expo menjadi bagian dari sinergi besar bersama empat pameran nasional lainnya IndoBuildTech Expo Part 2, GAFA (Glasstech & Fenestration Asia), Indonesia Sport Facility Expo (ISFEX), dan Indonesia Agriculture Technology Expo (IndoGriTech). Kolaborasi lintas pameran ini menghadirkan inovasi dari hulu hingga hilir, menyatukan sektor pertanian dan peternakan dalam satu panggung megah industri pangan Indonesia.ist/dian/dini/edt



