banner12 1
Iklan Web R

Mohon Maaf Lahir Batin

 

 

Siapa tidak kenal dengan kata-kata ‘komoditas kelautan dan perikanan Indonesia sangat potensial’? Mampukah masyarakat Indonesia bermimpi, di negara yang kaya akan sumber daya lautnya ini, sektor kelautan dan perikanan, menjadi salah satu ‘raja dan ratu’ nya komoditas laut? Dalam hal ini, pemimpin dalam analogi kerajaan, adalah yang memimpin kerajaannya menuju kemakmuran.

Andai didongengkan, kerajaan-kerajaan nasional disentrakan dengan setiap sentra memiliki kekuatan dan integrasi komoditas-komoditas yang bertaji. Jawabannya? Bisa jadi dongeng saja. Namun sebetulnya, menurut pemberitaan abc.net.au pada 2023 lalu, Australia menilai budidaya rumput laut di Indonesia lebih maju. Pihak luar sebetulnya mengakui kedigdayaan komoditas kelautan dan perikanan Indonesia.

Namun, lagi-lagi, negara yang baru akan genap berusia 80 tahun pada 17 Agustus nanti, mesti bertarung sesame saudara sendiri. Pertarungan politik, orang bilang, tidak mungkin tidak berpengaruh pada kondisi ekonomi.

Seperti layaknya diskusi berat dan berbobot para bapak-bapak tongkrongan catur antar gang, atau warung kopi, tiada isu politik bergemuruh dan meledak kalau tanpa biang keroknya. Tiada burung bila tiada sangkarnya.

Baru-baru ini saja publik dihebohkan dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dilansir dari detik.com, dalam dunia investasi, pergerakan pasar saham menjadi perhatian utama para investor. Salah satu indikator yang sering digunakan untuk mengukur kondisi pasar saham di Indonesia adalah IHSG.

Setiap harinya, IHSG mengalami naik turun yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Ketika IHSG mengalami kenaikan, investor cenderung optimis dan banyak yang melakukan pembelian saham. Namun, jika IHSG mengalami penurunan drastis atau anjlok, hal ini bisa memicu kepanikan dan aksi jual besar-besaran di pasar saham.

Artikel tersebut juga menggambarkan penyebab IHSG anjlok dan akibatnya bagi kondisi ekonomi suatu negara yang dirangkum dari buku Variabel Makroekonomi yang Mempengaruhi Pergerakan IHSG di Masa Pandemi Covid-19 oleh Nelly Ervina dkk serta Pasar Modal & Manajemen Portofolio oleh Mohamad Samsul. Dimana, penyebab IHSG anjlok diantaranya sentiment pasar dan perilaku investor yang emosional, faktor makroenonomi yang tidak stabil, penurunan kinerja perusahaan tercatat, serta volume perdagangan yang rendah.

Sementara itu dampak dari anjloknya IHSG dirangkum detik.com dari Value Investing tulisan Teguh Hidayat. Dimana diantaranya; penurunan harga saham, kepanikan di kalangan investor, serta peluang investasi yang sulit dimanfaatkan.

Lebih lanjut, dampak IHSG anjlok jika tidak ditanggulangi secara cepat bisa memberi akibat pada perekonomian negara. Dilansir dari tempo.co.id, kejatuhan IHSG berdampak signifikan bagi investor, baik domestik maupun asing. Analis Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, menyebut penurunan ini sebagai anomali dibandingkan bursa regional Asia lainnya, seperti Nikkei (+1,4 persen) dan Shanghai (+0,09 persen). Audi menjelaskan bahwa kekhawatiran terhadap ekonomi Indonesia dan pasar keuangan menjadi penyebab utama.

Investor asing menunjukkan pandangan negatif terhadap pasar Indonesia. “Morgan Stanley dan Goldman Sachs memangkas rating saham-saham Indonesia, dengan beberapa faktor utama yang mereka soroti, seperti defisit anggaran yang melebar menjadi 2,9 persen dari PDB, risiko fiskal akibat realokasi anggaran dan pendirian Danantara serta ekspansi pembangunan rumah subsidi, serta dampak dari tensi kebijakan tarif yang dapat melemahkan rupiah,” ujar Audi kepada Tempo.

Menjadi peringatan, bersama kejutan-kejutan lainnya yang selalu menanti di Indonesia. Kalau mengikuti rekam kata para orang tua “Apa kata nenek moyang yang dulu yang mati berperang ketika tahu anak-cucunya berperang di dalam negeri sendiri?” Bisa jadi tertawa, karena ‘nenek moyangku orang pelaut’ juga sebetulnya masih belum benar-benar diterapkan di bumi nusantara ini.

Tag:

Bagikan:

Trending

CA6D0452-0C49-498A-B269-78831FB049EE
NLP Expo 2026 Resmi Diluncurkan, Dorong Kemandirian Pangan
Ketua panitia Maulana Akbar dok dini
FKPA Korwil Bangka Belitung Gelar Halal Bihalal
Budidaya nila dok trobos
Imbauan Pembudidaya Antisipasi El Nino
Pemaparan Ria Veriani by Istimewa
 Dari Diklat ke Ekosistem Pembelajaran ASN
By Istimewa
Nyamankan Benur untuk Padat Tebar Tinggi
banner6
banner9
Scroll to Top

Tingkatkan Strategi Budidaya Anda! Baca Insight Terbaru di Trobos Aqua!