banner12 1
Iklan Web R

Menderas Riak-riak Perudangan Thailand

 

 

Produksi udang Thailand turun 4% pada 2024, akibat tekanan penyakit kematian dini yang terus mengintai dan keterpurukan harga pasar yang menginjak petambak.

 

Penurunan produksi udang Thailand ini diperkirakan dipicu wabah penyakit dan penurunan harga, menurut Asosiasi Udang Thailand.  Ekapoj Yodpinit, presiden asosiasi perudangan setempat, mengatakan bahwa total produksi udang pada 2024 diperkirakan turun menjadi 270.000 ton, dari 280.000 ton tahun lalu. Sebagaimana diekspos oleh Bangkok Post (12/12/2024).

Wabah penyakit dan cuaca yang tidak stabil, memengaruhi kualitas benih post larvae dan kondisi tambak. Harga panen pun anjlok. Mendorong sejumlah petambak menunda penebaran. Menanggapi tantangan ini, Kementerian Pertanian dan Koperasi Thailand memprioritaskan sektor udang laut sebagai bagian dari agenda nasional.

Industri mendesak pemerintah untuk mengatasi penyakit tersebut dalam tiga tahun. Jika berhasil, dapat membantu petani memenuhi target produksi. Sekaligus mengembalikan produksi udang sebagai pangan berkualitas tinggi dengan cara revitalisasi. “Industri ini ingin pemerintah mengalokasikan THB 2 miliar untuk mengatasi tantangan industri udang, untuk mengurangi kerugian lebih dari THB 600 miliar, sekaligus meningkatkan produksi udang berkualitas tinggi hingga 400.000 ton dalam tiga tahun,” ungkap Ekapoj disitasi Bangkok Post.

Media itu juga menukil data asosiasi perudangan, produksi udang global diperkirakan 5,04 juta ton pada 2024, turun 4% year on year. Produsen utama seperti China, Ekuador, India, dan Vietnam juga melaporkan penurunan. Dari Januari – Oktober 2024, Thailand mengekspor 109.048 ton udang, senilai THB 34 miliar (USD 1 juta). Volume turun 1%, sedangkan value turun 6% year on year.

Pada 2024, tulis Bangkok Post, Thailand diproyeksikan mengekspor 120.000 – 130.000 ton udang, senilai THB 40 miliar (USD 1,2 juta), mirip 2023. Namun, jika EMS tak terselesaikan, ekspor terancam mandeg pada 2025. Pasar ekspor utama Thailand adalah Jepang, AS, Cina, Korea Selatan, dan Taiwan.

 

Opini Penolakan Bailout

Muncul opini penolakan dana talangan (bailout). Salah satunya dari akun Samanea Saman di kolom opini Postbag – Bangkok Post. Ada sesuatu dengan permohonan industri udang Thailand untuk lebih banyak dibantu pemerintah. Ilmu ekonomi dasar menyatakan bahwa ketika pasokan barang menurun, maka (seharusnya) harga akan naik,” tulis dia.

Dia mengulas, produksi udang Thailand turun 4% pada 2024 – dicerminkan oleh penurunan produksi global sebesar 4%. Dengan penurunan produksi, petambak udang dapat berharap memperoleh harga lebih tinggi. Namun, industri justru mengeluh tentang ‘penurunan harga’.

Dia pun menyinggung fakta, seruan agar lebih banyak subsidi keuangan dari pemerintah, termasuk bantuan untuk ‘mengurangi kerugian lebih dari THB 600 miliar’. Skema ini diperkirakan akan menambah produksi udang 50%. Pembayar pajak Thailand, klaim Samanea Saman, harus serius mempertanyakan mengapa mereka harus menyelamatkan produsen udang yang gagal. Setelah beberapa dekade didukung (dana) pemerintah.

“Logika menyarankan untuk mengurangi, bukan meningkatkan produksi dan jumlah tambak udang. Biarkan kekuatan pasar bekerja efisien daripada membuang-buang uang pembayar pajak!” seru dia.

 

Lepas Belenggu dan Prediksi Meleset

United States Department of Labor / DOL (Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat) telah melepas belenggu penalti akibat tuduhan pemaksaan tenaga kerja anak-anak pada budidaya udang Thailand. Pencabutan itu dimuat federalregister.gov dalam dokumen 2024-18767 (89 FR 72428).

 

“DOL telah menerima informasi terkini, kredibel, dan terkonfirmasi dari berbagai sumber tentang produksi udang di Thailand. Bahwa meskipun sebelumnya anak-anak bekerja di bawah kondisi kerja paksa dalam produksi udang, penggunaan pekerja anak paksa tampaknya telah berkurang secara signifikan. DOL telah menyimpulkan bahwa tidak ada lagi dasar untuk percaya bahwa udang dari Thailand diproduksi oleh pekerja anak paksa atau pekerja kontrak, kecuali dalam beberapa kasus yang terisolasi, dan oleh karena itu tidak boleh berada dalam Daftar EO,” notice itu mengungkapkan.

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 152/Januari – Februari 2025

Tag:

Bagikan:

Trending

Ikan budidaya (nila merah) by TROBOS
Ikan Berlimpah Jelang Lebaran
KKP kirim 1852 kontainer udang bersertifikat bebas Cesium ke AS dalam tiga bulan dok istimewa
Sebanyak 1.852 Kontainer Lolos Cesium-137
Copy of Kolaborasi masyarakat untuk mangrove dok istimewa
Kuatkan Kawasan Mangrove dan Kepiting Bakau di Lantebung
HEIF Image
Empat Aspek Penting CBIB
HEIF Image
Hiu Blacktip, Ikon Ikan Laut di Rumah DeHakim
banner6
banner9
Scroll to Top

Tingkatkan Strategi Budidaya Anda! Baca Insight Terbaru di Trobos Aqua!