WhatsApp Image 2026 06 02 at 13.58.09

Kuatkan Kawasan Mangrove dan Kepiting Bakau di Lantebung

Copy of Kolaborasi masyarakat untuk mangrove dok istimewa

Makassar (TROBOSAQUA). Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Yayasan Kehati) bersama Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia, dengan dukungan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), memperkuat kawasan mangrove di Lantebung, Kota Makassar-Sulawesi Selatan.Kegiatan ini dilakukan melalui penanaman 2.500 bibit mangrove dan pelepasliaran 100 ekor kepiting bakau, Selasa (16/12/2025).Program tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BTN yang dilaksanakan di tiga kawasan pesisir di Indonesia.

Dalam siaran pers di situs resmi YKL Indonesia, di Kota Makassar, kegiatan ini melibatkan kelompok masyarakat Jaringan Ekowisata Mangrove Lantebung (Jekomaala) serta kelompok pemuda Ikatan Keluarga Lantebung (Ikal). Kolaborasi masyarakat, mitra, dan lembaga dalam kegiatan penanaman mangrove serta pelepasliaran bibit kepiting bakau di kawasan mangrove Lantebung, Kota Makassar.

Program ini bertujuan mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim. Mangrove berperan penting sebagai penyerap dan penyimpan karbon biru (blue carbon). Oleh karena itu, penguatan kawasan mangrove menjadi langkah strategis untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus mengurangi dampak perubahan iklim.

Direktur Eksekutif YKL Indonesia, Nirwan Dessibali, menyampaikan bahwa Lantebung merupakan salah satu kawasan dengan sisa mangrove terakhir di Kota Makassar. Karena itu, kawasan ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak. “Kegiatan ini memperkuat situs belajar rehabilitasi mangrove yang telah digagas bersama masyarakat sejak 2023. Kami ingin menghadirkan ruang pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh banyak pihak,” ujar Nirwan.

Perwakilan IKAL, Busrah, menyampaikan apresiasi kepada BTN, Yayasan KEHATI, dan YKL Indonesia. Menurutnya, program ini tidak berhenti pada penanaman semata. “Kami terlibat langsung dalam perawatan dan pemantauan mangrove setelah penanaman,” ujar Busrah. Selain itu, masyarakat juga melakukan pendataan pertumbuhan mangrove setiap bulan. Bahkan, pengalaman dari Lantebung telah dibagikan kepada berbagai lembaga dan komunitas lain.

Manajer Program Ekosistem Kelautan Yayasan KEHATI, Toufik Alansar, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, penanaman mangrove harus dibarengi dengan komitmen jangka panjang. “Kolaborasi ini menunjukkan bahwa dunia usaha memiliki peran strategis dalam mitigasi perubahan iklim dan perlindungan pesisir,” ujarnya.

Corporate Secretary BTN, Ramon Armando, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan. BTN secara konsisten menjalankan berbagai aksi lingkungan hidup. “Keberlanjutan harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Bumi adalah rumah bersama yang harus kita jaga,” kata Ramon.ist/dini/edt

Tag:

Bagikan:

Trending

ADV-SYAQUA-2.jpg
SyAqua Mengoptimalkan Kadar Protein Dalam Pakan Udang: Bukti dari Uji Komersial Multi-Tambak di Thailand
Patin siap fillet by TROBOS
Ketika Dapur MBG Memburu Daging Ikan  
4F23737F-7727-4307-8E5C-36132EF5E8C4
Indo Livestock 2026 Himpun Pelaku Industri dari 30 Negara
ABCA02C5-D56C-454E-8A1F-48C9F82CAD4D
YUKI Dorong Pengendalian Penyakit Lewat Air
AgResults mengapresiasi pelaku usaha yang mempercepat adopsi teknologi di sektor akuakultur by Agresult
Adopsi Teknologi Akuakultur Meningkat, Ribuan Pembudidaya Rasakan Manfaat Program AgResults  
banner6
banner9
Scroll to Top