Jakarta (TROBOSAQUA). Tiga anakan hiu blacktip kini berenang anggun di akuarium gantung rumah Irfan Hakim. Bukan sekadar peliharaan, mereka jadi ikon baru yang menyatu dengan jiwa eksentrik DeHakim.
Ada pemandangan tak biasa di rumah Irfan Hakim. Tepat di langit-langit ruang tamunya, tergantung sebuah akuarium bening bak bola dunia berisi laut mini. Dan di dalamnya, tiga ekor anakan hiu blacktip berenang pelan, melingkar-lingkar seolah menari dalam sunyi. Bukan efek visual. Ini nyata. Ini rumah DeHakim, dan tiga bayi hiu itu kini jadi ikon barunya.
“Ini gila sih, bro. Tapi juga menenangkan banget,” ujar Irfan dalam salah satu unggahan videonya di kanal YouTube DeHakims Story. Dalam video berdurasi tak sampai sepuluh menit itu, terekam ekspresi bangga dan haru dari pria 49 tahun tersebut. Bukan cuma karena hiunya lucu, tapi karena ini proyek impian yang sempat tertunda lama.
Diakui Irfan, rencana menghadirkan hiu di akuarium gantung bukan ide dadakan. Itu sudah lama terbayang dalam kepalanya, bahkan sebelum pandemi. Tapi rencana tinggal rencana ketika situasi global membalik semua perhitungan.
Meski tak sebesar yang ia impikan di awal, akuarium yang sekarang berdiri, atau lebih tepatnya, menggantung.sudah cukup bikin takjub siapa pun yang masuk ke rumahnya. Tiga hiu mungil yang berkeliling di atas kepala memberi nuansa laut tropis yang terapung dalam dunia urban.

Yang bikin semua orang ternganga tentu saja konsep akuarium gantung itu. Terpasang menggantung di langit-langit ruang keluarga, bukan cuma jadi dekorasi ekstrem, tapi juga simbol betapa besar cintanya pada dunia satwa. “Kesannya ekstrim, tapi semuanya udah dihitung matang,” katanya.
Soal keamanan? Jangan ditanya. Irfan menggunakan kaca akrilik tebal 4,5 cm. Beratnya luar biasa, bahkan struktur langit-langit rumah harus diperkuat ulang agar bisa menahan bobot air laut dan penghuni eksotis di dalamnya.
Dan tentu saja, bukan cuma sekadar memberi makan. Ia melibatkan tim dokter hewan dan akuakultur untuk memastikan semuanya sesuai standar: dari suhu, pH, hingga sirkulasi air. Sebab hiu blacktip tergolong sensitif. Mereka butuh perhatian khusus agar tetap sehat dan aktif. Dan kini, tiga anakan hiu blacktip menjadi ikon baru yang memperkuat identitas rumahnya: rumah yang tidak sekadar ditempati manusia, tapi juga dihuni kehidupan dari segala penjuru alam.nattasya/dini/edt



