banner12 1
Iklan Web R

Grobest Tawarkan Functional Feed Pengganti Antibiotik

Melalui riset terbaru hasil kolaborasi Grobest dan FPIK Institut Pertanian Bogor 2025 mengenai penerapan pakan fungsional menjadi alternatif strategis yang ramah lingkungan dalam menghadapi tantangan penyakit seperti EHP dan AHPND di budidaya udang.

PT Grobest Indomakmur menyelenggarakan seminar jilid 01 di 2025 dengan mengangkat tema ‘Functional Feed: Solusi Nyata Budidaya Udang’. Acara ini berlangsung pada (16/7) 2025 di Hotel Rinra, Makassar-Sulawesi Selatan. Turut hadir tiga narasumber utama dalam seminar ini, yaitu Txomin Azpeitia (Group Technical Manager Grobest Group), Dany Yukasano (National Technical Service), dan Farida Hsueh (Group Product Manager Grobest Group).

Dalam sambutannya, Ramadhan Anwar, Country Manager Grobest Indomakmur, menyampaikan bahwa seminar ini menghadirkan para pakar untuk mendiskusikan pendekatan inovatif mengatasi penyakit udang. Ia juga menegaskan bahwa diskusi ini dilandasi oleh hasil penelitian kolaboratif antara Grobest dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2025.

Muhammad Saenong dari Shrimp Club Indonesia Sulawesi turut menyampaikan apresiasinya terhadap seminar ini, yang dinilainya sebagai bukti semangat kuat petambak untuk mendukung kebangkitan industri udang di Sulawesi Selatan. Menurutnya, faktor teknis seperti manajemen pakan menjadi aspek vital dalam menunjang keberhasilan budidaya.

Ia menambahkan bahwa Grobest yang telah lama hadir di Indonesia kini memperkenalkan produk pakan fungsional yang diharapkan mampu memperkuat daya tahan udang sejak awal tebar. Dengan begitu, risiko serangan penyakit dapat ditekan, dan ini sejalan dengan kampanye pengurangan penggunaan antibiotik.

Hasil Uji Validasi dan Pengujian Pakan Fungsional

Masuk pada sesi paparan, Txomin Azpeitia membahas ‘Validasi & Pengujian pakan fungsional Grobest’ yang dilakukan bersama Lembaga penelitian independen disertai hasil riset terbaru tahun 2025 Grobest dengan FPIK IPB tahun 2025. Ia juga menyebutkan bahwa Grobest telah menguji pakan fungsional di berbagai negara untuk menunjukkan efektivitasnya dalam meningkatkan imunitas udang.

“Udang yang diberi pakan fungsional imun berkinerja lebih baik daripada udang yang diberi pakan biasa. Beban parasit EHP lebih rendah pada kelompok yang diberi pakan fungsional umum. Udang yang diberi pakan fungsional memiliki kesehatan usus yang lebih baik dibandingkan dengan udang yang diberi pakan kontrol, dalam hal ini, tingkat kelainan histopatologi lebih rendah,” ujar Txomin. (Ringkasan hasil riset kolaborasi ini bisa dilihat dalam Majalah Trobos Aqua edisi 157.)

Masih mewakili paparan dari Jeniffer Kuo, Chief of Technology and Development Officer Grobest Group, Txomin menjelaskan ‘Pendekatan Teknologi Grobest dalam Budidaya berkelanjutan’, termasuk kampanye pengurangan antibiotik. Peralihan penggunaan antibiotik dengan functional feed adalah pilihan praktik cerdas. Disampaikan kerusakan hepatopankreas akibat penggunaan antibiotik menjadikan suatu biaya yang tersembunyi yang harus dibayar. Antibiotik tidak secara langsung mengurangi efisiensi pakan fungsional Grobest.

Sementara itu, Dany Yukasano menegaskan bahwa keberhasilan pakan fungsional tetap membutuhkan sistem budidaya yang mendukung, termasuk persiapan tambak yang optimal, seleksi benur ketat, penerapan biosekuriti, dan pengelolaan kualitas air yang baik. Farida Hsueh menjelaskan bahwa seluruh pakan fungsional Grobest berbasis bahan alami yang aman bagi lingkungan. Fokus utamanya adalah memperkuat imunitas melalui peningkatan kesehatan sistem pencernaan. Ia juga menekankan pentingnya strategi penggunaan produk fungsional yang berbeda sesuai kondisi budidaya, agar dapat mencapai panen yang maksimal.

Menambahkan statement dari Farida Hsueh, Januar Pribadi, ATD dan Markom Manager Grobest, menerangkan bahwa penggunaan functional feed terbukti menjaga kebugaran udang saat menghadapi tekanan lingkungan. “Seleksi benur yang ketat akan meningkatkan keberhasilan budidaya udang. Kualitas air harus selalu dijaga dalam kisaran optimalnya dengan monitoring kualitas air yang rutin dan teliti. Serta pengamatan kesehatan udang secara rutin akan selalu menjaga udang dalam kondisi optimal,” tambah Januar.

Nur Muflich Juniyanto dari Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar juga mengapresiasi bahwa seminar ini sangat penting dalam mendukung pengendalian penyakit seperti WFD, EHP, dan AHPND. Setuju dengan  Nur Muflich Juniyanto, Mohammad Zamrud dari Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Sulawesi Selatan juga memberi harapan agar praktik ini bisa diterapkan secara luas di Sulawesi Selatan sebagai sentra utama produksi udang nasional serta kedepannya Grobest dan KKP dapat bekerja sama untuk mendukung program budidaya yang berkelanjutan.

Tag:

Bagikan:

Trending

By Istimewa
Nyamankan Benur untuk Padat Tebar Tinggi
Belida by KKP
Ikan Lokal Tertinggal di Negeri Sendiri  
Hasil panen udang dok trobos
Film Komposit Kitosan/CMC Pertahankan Kualitas Vannamei
Panen nila by TROBOS
Nila Hitam dari Kediri
Fillet patin by Ramdan
Patin Indonesia Incar Pasar Haji  
banner6
banner9
Scroll to Top

Tingkatkan Strategi Budidaya Anda! Baca Insight Terbaru di Trobos Aqua!