banner12 1
Iklan Web R

Gerakkan Inovasi Olahan Ikan Bangka  

Mariani menunjukkan salah satu inovasi kerupuk

Di tengah geliat laut dan aroma asin khas Bangka, John Yang (41) muncul sebagai wajah baru wirausaha pesisir. Ia bukan hanya menjual hasil laut, tapi mengubahnya menjadi produk bernilai tinggi dengan sentuhan teknologi dan kreativitas. Dari pabrik kecil di pesisir, lahir inovasi olahan ikan modern yang kini menembus pasar nasional. Ini membuktikan bahwa cita rasa lokal pun bisa berdaya saing global.

Wawancara ini berlangsung saat tim TROBOS Aqua bersama OTT (Obrolan Tungtau) berkunjung ke pabrik olahan ikan di Bangka, menjelang digelarnya seminar ‘From Farm to Table’ pada pertengahan November 2026 nanti. Dalam kunjungan itu, John menjadi salah satu sosok yang menarik perhatian karena ketekunannya membangun bisnis olahan laut dengan cara yang efisien, kreatif, dan penuh semangat.

Dari Kerupuk ke Bumbu Ebi

Usaha John-sapaan akrabnya, berawal dari produk sederhana seperti kerupuk ikan, bakso ikan, dan camilan ‘kericu’ berbahan ikan laut lokal. Ia memanfaatkan lima jenis ikan, yakni parang-parang, selang, lemuru, malong, dan capu, yang semuanya berasal dari laut sekitar Bangka.

Dalam proses produksinya, ia menerapkan sistem zero waste, di mana limbah sisa ikan diolah kembali menjadi bahan bakar untuk boiler. Energi dari boiler itu digunakan untuk dua tahap penting, yakni pengukusan dan pengeringan produk.

John kanan menjelaskan tentang usahanya
John (kanan) menjelaskan tentang usahanya

“Kalau dulu sisa bahan baku dibuang, sekarang jadi bahan bakar untuk proses berikutnya. Jadi kami benar-benar zero waste,” ujarnya.

Kini produknya telah tersebar di lebih dari 3 ribu toko di Bangka dengan harga terjangkau sekitar Rp2 ribu per kemasan. Strateginya pun unik: sistem multi-brand. Ia memiliki belasan merek seperti Sikok, Duwayu, Sahati, Sobat Laut, dan Bintang Laut, menyesuaikan tiap merek dengan karakter toko dan konsumen. “Orang Bangka tidak selalu cari merek terkenal, tapi membeli yang direkomendasikan penjual,” katanya penuh keyakinan.

Filosofi bisnis John berakar pada pemikiran yang ia sebut ‘Pink Ocean Strategy yakni wilayah usaha yang terlalu kecil bagi pemain besar, tetapi terlalu besar bagi pemain kecil. “Kami bermain di ruang tengah yang nyaman. FMCG (Fast-Moving Consumer Goods) besar enggan masuk karena skalanya kecil, tapi bagi UMKM lain terlalu berat. Di sinilah kami menemukan ruang hidup,” jelasnya.

Menurutnya, industri seafood tidak bisa diseragamkan seperti industri makanan cepat saji. “Industri ini tidak standar, butuh know-how dan kreativitas. Duit saja tidak cukup,” tegasnya. Dua tahun pertama menjadi masa tersulit. Ia menyebutnya masa ‘berdarah-darah’ yang mana target utama bukan mencari laba, tapi sekadar tidak rugi. Setelah tiga tahun, usaha mulai stabil dan menghasilkan keuntungan. “Bisnis itu 10% data, 90% nyali,” tambahnya sambil tertawa.

Setelah mapan di sektor camilan, John berinovasi meluncurkan bumbu ebi bubuk ‘Sikok’ (Satu Seribu), berbahan dasar udang kering yang menghasilkan rasa umami alami. Produk ini ia rancang dengan filosofi ‘risiko rendah, dampak nasional’. “Kalau produk baru gagal, kita nggak kehilangan rumah,” ujarnya. Dengan memanfaatkan mesin dan fasilitas yang sudah ada, ia dapat memproduksi bumbu ebi tanpa investasi besar.

Inovasi dari Penelitian dan Kebutuhan Pasar

Dari pengalaman enam tahun meneliti pembuatan bakso ikan, John melahirkan produk baru yakni Fish block. Fish block adalah daging ikan laut murni yang dipadatkan tanpa pengawet, garam, atau tepung. Produk ini dikembangkan untuk mendukung program Menu Bergizi Seimbang (MBG) di Bangka Belitung. Dapur sekolah dan katering kerap kesulitan mengolah ikan segar karena aroma khas dan teksturnya yang mudah rusak, sehingga Fish block hadir sebagai solusi praktis yang siap olah.

Fish block ini dibuat dari ikan parang-parang dan ikan pirang, dua jenis ikan dengan protein solid tinggi yang bisa dipadatkan secara alami. “Ikan dengan protein tinggi bisa nempel satu sama lain tanpa bahan tambahan. Jadi Fish block ini murni dari kekuatan protein ikannya sendiri,” terang John.

John kiri menjelaskan kepada Mariani tentang cara kerja mesin olahan kerupuknya 1
John (kiri) menjelaskan kepada Mariani tentang cara kerja mesin olahan kerupuknya

Proses produksinya menggunakan teknologi pembekuan cepat hingga -35°C agar tekstur dan kandungan protein tetap stabil. Selain itu, kelembapan produk juga dikontrol ketat di kisaran 20–29% untuk memastikan daya simpannya tahan lama.

“Kami juga menggunakan injeksi nitrogen saat pengemasan. Tujuannya menjaga mutu dan mencegah oksidasi, sehingga aroma dan warna ikan tetap segar walau disimpan lama,” jelas John.

Produk Fish block miliknya kini digunakan di beberapa dapur MBG untuk membuat berbagai menu seperti nugget, sate ikan, dan lauk rebus. Harga jualnya lebih murah dari ayam, menjadikannya alternatif protein yang sehat dan ekonomis bagi masyarakat.

Respon pengguna sangat positif. Dapur sekolah yang memakai Fish block melaporkan menu ikan selalu habis disantap anak-anak. “Anak-anak suka karena teksturnya lembut, rasanya ringan, dan tidak amis,” kata John. Baginya, setiap penelitian yang dilakukan bukan sekadar eksperimen bisnis, tapi proses belajar tanpa henti. “Ilmu itu tidak pernah statis. Setiap hari selalu ada hal baru yang bisa kita pelajari,” terangnya bangga.

Visinya sederhana namun kuat, menjadikan Bangka bukan sekadar penghasil ikan mentah, tetapi pusat inovasi olahan laut yang berkelanjutan. Dari limbah yang diubah menjadi energi hingga Fish block sehat tanpa bahan tambahan, semua berangkat dari keyakinan bahwa konsistensi adalah kunci keberlanjutan. “Kalau konsisten, produk lokal pun bisa mendunia,” tutupnya dengan mantap.dian/dini/edt

 

Tag:

Bagikan:

Trending

WhatsApp-Image-2026-01-14-at-10.01.33
MAKSIMALKAN PROFIT UDANG 2026
5-Januari
Potensi Penyebaran Patogen AHPND Melalui Udara
HEIF Image
Tingkatkan Hasil Nelayan dengan Booster Rumpon
AGT04277
Strain Nila, Butuhnya ‘Paket’ Bukan Ala Carte
2-Januari-1
Gugatan Iklim dari Nelayan Terhadap Korporasi
banner6
banner9
Scroll to Top

Tingkatkan Strategi Budidaya Anda! Baca Insight Terbaru di Trobos Aqua!