WhatsApp Image 2026 06 02 at 13.58.09

Gerakkan BUMDes untuk Tambak Udang

Hasil panen udang vaname di BUMDes (ANTARA FOTO_AKBAR TADO)

 

Memaksimalkan lahan pengelolaan untuk kesejahteraan masyarakat

 

Seiring dengan meningkatnya produksi udang di Desa Bonda-Kabupaten Mamuju-Sulawesi Barat, dampak positifnya mulai terasa di tingkat desa. Kepala Desa Bonda, Abdul Wahab, memberikan apresiasi yang tinggi atas keberadaan platform startup di desa mereka.

Sebelumnya, banyak pembudidaya udang di Desa Bonda yang menjalankan usaha mereka secara tradisional dengan keterbatasan dalam hal teknologi dan sumber daya. Namun, dengan kehadiran start up, mereka mendapatkan berbagai fasilitas dan pelatihan yang memungkinkan mereka untuk mengelola tambak dengan cara yang lebih modern.

“Kehadiran ini memberikan harapan baru untuk kemajuan sektor akuakultur di desa kami. Dengan teknologi dan pendampingan yang diberikan, petambak kami kini lebih terampil dan memiliki peluang yang lebih besar untuk sukses,” kata Abdul Wahab.

Pemerintah Desa Bonda juga sangat mendukung kolaborasi ini, karena mereka melihat potensi besar untuk meningkatkan perekonomian desa melalui sektor akuakultur. Selain itu, kolaborasi ini juga membantu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Sebagai contoh, dalam setiap siklus panen, banyak warga desa yang terlibat dalam proses pemeliharaan dan panen udang. Hal ini tidak hanya memberikan pendapatan tambahan bagi mereka, tetapi juga meningkatkan keterampilan mereka dalam bidang budidaya udang. Dengan demikian, sektor akuakultur di Desa Bonda kini menjadi salah satu sektor yang menyumbang besar terhadap perekonomian desa, sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.

Program budidaya intensif ini diharapkan akan terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih besar. Hal ini tidak hanya bagi Desa Bonda, tetapi juga bagi daerah-daerah lain di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan.

Keberhasilan Desa Bonda dalam mengelola tambak udang vaname dengan teknologi modern diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain untuk meningkatkan produksi perikanan mereka dan memenuhi permintaan pasar internasional. Program ini juga diharapkan dapat menjadi model pengembangan sektor akuakultur yang berkelanjutan, dengan memanfaatkan teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 153/Februari – Maret 2025

Tag:

Bagikan:

Trending

WhatsApp Image 2026-08-17 at 02.51
81 Tahun Merdeka, Menyiapkan Generasi Sehat untuk Indonesia Masa Depan
B5DEC2EA-B3C2-421A-88E0-55FEB1601F56
Jaga Kualitas Air, Kunci Keberhasilan Budikgalon
Panitia dan peserta Tematik IDBU 42 Universitas Diponegoro by Pribadi
Melirik Peluang Usaha dari Aquascape  
Pemateri dan peserta AquaDigest 2026 by panitia AquaDigest
Formulasi Pakan Dituntut Lebih Fleksibel di Tengah Gejolak Pasokan Global  
Riset Kunci Akuakultur
Riset Kunci Akuakultur Berkelanjutan
banner6
banner9
Scroll to Top