WhatsApp Image 2026 06 02 at 13.58.09

Dori Frozen Bangun Ekosistem dan Kesejahteraan

Industri fillet patin sebagai jalan untuk membawa manfaat bagi banyak orang.

‘Kalau pulang kampung, harus bermanfaat’. Kalimat itu bukan sekadar semboyan bagi Abu Wasis, tapi prinsip hidup yang membentuk arah usahanya. Setelah bertahun-tahun menjadi pedagang gurita yang diambil dari perairan Natuna hingga menjajal berdagang sapi di Jakarta, ia akhirnya memutar haluan pada 2014.

“Saya lihat di pasar, dori begitu dicari, padahal kita punya patin yang tak kalah bagus. Di situlah saya sadar, kita harus ambil peran,” kenang Wasis, pemilik CV Wahana. Dengan semangat kembali ke akar, ia pulang ke Tulungagung-Jawa Timur (Jatim), dan memilih membangun industri fillet (daging tanpa tulang) patin. Fillet patin, yang populer di masyarakat dengan sebutan ‘dori’, bukan hanya sebagai usaha, tapi sebagai jalan untuk membawa manfaat bagi banyak orang.

Hilir 2
Ragam Produk CV Wahana by Pribadi

Membangun Industri dari Nol

Tanpa modal besar, Abu Wasis tetap nekat mendirikan CV Wahana di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, Trenggalek-Jatim. “Mendirikan pabrik itu bukan karena saya punya uang, tapi karena punya keinginan,” tegasnya. Kalau mau bermanfaat, sambungnya, harus melibatkan banyak orang.

Ia memilih ikan patin bukan tanpa alasan. “Potensinya luar biasa. Di Vietnam saja bisa bisa produksi banyak dan membludak, kenapa kita tidak? Produk fillet dipilih karena daya simpan panjang, praktis untuk industri olahan, dan punya pasar stabil,” beber Wasis kepada TROBOS Aqua (10/6).

Setiap hari, sekitar 15 ton patin hidup masuk ke pabrik CV Wahana. “Hidup saja sudah banyak masalah, apalagi mati,” candanya, menjelaskan kenapa hanya menerima ikan hidup. Proses produksi dijalankan dengan standar tinggi, mulai dari disembelih (blading), difillet, dikuliti (skinless), dirapikan (trimming), dan diklasifikasi (grading).

Filet Grade A harus bebas bloodline, sementara Grade B masih mengandung sedikit. Untuk mencapai rasa netral dan tekstur lembut, dilakukan proses soaking, yakni perlakuan kimiawi yang krusial bagi pasar hotel dan restoran.

Siang itu, Wasis yang bersetelan santai dan elegan dengan kemeja kotak-kotak menyambung ceritanya ke tim TROBOS Aqua, Wasis menjelaskan secara rinci mengenai produk CV. Wahana tersedia dalam 13 varian. Mulai dari Grade A non-glazing hingga Grade B dengan 50% glazing. Untuk Grade A (nonbloodline), harga per kilogram (kg)-nya adalah, yakni non-glazing Rp50 ribu, 20% glazing Rp44 ribu, 30% Rp42 ribu, 40% Rp40 ribu, 45% Rp38 ribu, dan 50% Rp35 ribu. Sementara untuk Grade B (bloodline), yakni non-glazing Rp48.500, 10% Rp46 ribu, 20% Rp44 ribu, 30% Rp42 ribu, 40% Rp38 ribu, 45% Rp35 ribu, dan 50% Rp30.500. 

“Harga tersebut minimum pemesanan 6 ribu kg, loh yah. Pembayaran dilakukan secara tunai, dan pengiriman maksimal dua minggu setelah PO (Pre-order),” tutur laki-laki ketika ditemui di gudang produk frozen-nya di kawasan gudang 60  dan gudang 1.000 ton KKP Muara Baru, Jakarta Utara.

Tak hanya patin, CV Wahana juga mengolah gurami dan lele. “Untuk katering, kami punya versi sederhana, berupa lele tanpa insang dan isi perut. Lebih praktis, lebih cepat masaknya,” jelas Bendaraha Umum APCI.

Distribusi, lanjutnya, saat ini sudah menjangkau Bali, Yogyakarta, Solo dan Semarang (Jawa Tengah), Bandung (Jawa Barat), Jakarta, dan sekitarnya. Pengiriman menggunakan truk thermoking bersuhu -18°C hingga -20°C. Setiap minggu, terdapat 6–7 truk yang diberangkatkan dari CV Wahana untuk mendistribusikan produk ke berbagai ritel dan distributor. Masing-masing truk dapat membawa hingga 6 ton produk frozen. Daya simpannya mencapai satu tahun.

Selain distribusi konvensional, CV Wahana juga mulai memanfaatkan kanal distribusi modern. Produk dikemas dalam master carton berisi 10 kg (terdiri dari 10 pak masing-masing 1 kg) dan dipasarkan ke berbagai daerah melalui dua pendekatan utama, yaitu langsung ke konsumen dan melalui ritel Indofishmart. Strategi ini terbukti efektif, terutama saat pandemi ketika saluran konvensional melesu.

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 157/ Juni – Juli 2025

Tag:

Bagikan:

Trending

4F23737F-7727-4307-8E5C-36132EF5E8C4
Indo Livestock 2026 Himpun Pelaku Industri dari 30 Negara
ABCA02C5-D56C-454E-8A1F-48C9F82CAD4D
YUKI Dorong Pengendalian Penyakit Lewat Air
AgResults mengapresiasi pelaku usaha yang mempercepat adopsi teknologi di sektor akuakultur by Agresult
Adopsi Teknologi Akuakultur Meningkat, Ribuan Pembudidaya Rasakan Manfaat Program AgResults  
Foto bersama peserta Workshop Stock Assessment
Data Stok Ikan, Kunci Sukses Penangkapan Ikan Terukur  
Akademisi dan pemateri Aquanation 2026
AQUANATION 2026 Kenalkan Dunia Perikanan
banner6
banner9
Scroll to Top