banner12 1
Iklan Web R

Budidaya Cerdas Hasilkan Nila Premium

Meski hujan tetap optimis by pribadi

Dalam satu tahun, Kilang Tilapia menjalankan tiga siklus budidaya, dengan satu siklus berlangsung 3,5 – 4 bulan, mulai dari tebar hingga panen.

Budidaya perikanan terus berkembang dengan berbagai inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Salah satunya diterapkan Ahmad Syihabuddin, pemilik Kilang Tilapia di Kediri-Jawa Timur. Ia membudidayakan nila dengan sistem khusus guna memastikan pertumbuhan yang optimal.

Mengusung pendekatan budidaya modern, Kilang Tilapia tidak hanya menghasilkan nila premium berkualitas tinggi, tetapi juga mengoptimalkan manajemen air, pakan, dan limbah untuk keberlanjutan jangka panjang. Syihab menuturkan saat ini terdapat 56 kolam terpal yang dikelola. Masing-masing 50 kolam berdiameter 4 m dan 6 kolam berdiameter 6 m.

Dalam satu tahun, Kilang Tilapia menjalankan tiga siklus budidaya, dengan satu siklus berlangsung 3,5 – 4 bulan, mulai dari tebar hingga panen. Setiap siklus menghasilkan sekitar 20 ton nila, yang dipasarkan melalui tiga bakul utama di Kediri, Blitar, dan Malang.

Ahmad Syihabuddin by Pribadi
Ahmad Syihabuddin by Pribadi

Budidaya ‘Bermain’ di Kualitas Air

Kepada tim TROBOS Aqua Syihab bercerita bahwa Kilang Tilapia menerapkan sistem kepadatan tebar tinggi, yaitu sekitar 150 ekor per meter kubik. Angka tersebut jauh di atas standar budidaya nila pada umumnya.

“Awalnya, kami memulai dengan kepadatan 120 ekor per meter kubik, lalu mencoba meningkatkannya secara bertahap hingga 180 ekor bahkan 250 ekor per meter kubik. Namun, setelah dievaluasi, hasilnya kurang optimal. Setelah berbagai percobaan dan perhitungan ulang, akhirnya kami menemukan bahwa 150 ekor per meter kubik adalah angka yang paling efektif,” jelasnya.

Meskipun kepadatan tinggi memerlukan pakan lebih banyak dan waktu pertumbuhan sedikit lebih lama, hasil panennya bisa dua kali lipat lebih besar dibanding kepadatan standar. Dari segi keuntungan, metode ini terbukti mampu meningkatkan margin profit hingga 50-100% lebih tinggi dibandingkan budidaya konvensional.

Untuk mendukung sistem ini, Kilang Tilapia menggunakan mesin aerasi guna menjaga kadar oksigen dan stabilitas pH air. Kadar oksigen ideal berada di rentang 6,5 – 7,2 mg/L, dengan suhu air optimal antara 28 – 30°C.

Sementara itu, untuk mengontrol suhu, sistem glontor diterapkan dengan cara mengganti air dari dasar kolam untuk menyeimbangkan suhu antara lapisan atas dan bawah. Namun, baru-baru ini Kilang Tilapia berinovasi dengan mengganti sistem glontor ke sistem filter yang lebih hemat listrik karena tidak memerlukan pompa aktif setiap hari. Transisi ini dilakukan karena sistem filter lebih efisien dalam menjaga kualitas air serta mengurangi biaya operasional jangka panjang.

Dalam sistem filtrasi ini, ungkap Syihab, digunakan filter RAS (recirculating aquaculture system) dengan dua tabung utama, yaitu tabung mekanik dan tabung biologis. Tabung mekanik berisi 5 kg calnes ukuran K1+ sebagai rumah bakteri, 2 jackmat sebagai filter kotoran, serta 2 kg oyster sebagai pemberat dan penstabil pH.

Sementara itu, tabung biologis mengandung 10 kg calnes K1+ yang berfungsi sebagai rumah bakteri pengurai limbah. “Sistem ini memastikan kualitas air tetap stabil dan ikan tumbuh optimal. Jika teman-teman ada yang menginginkan filter ini, teman-teman bisa order ke Kilang Tilapia. Kami menyediakan alat filter ini bagi pembudidaya lain dengan harga Rp4-5 juta per unit,” promosi pria sembari menunjukkan bentuk filter yang digunakannya.

Tulisan ini sudah dituliskan kembali di majalah TROBOS Aqua edisi 155/15 April – 14 Mei 2025. pada rubrik Andalan Tawar.

Tag:

Bagikan:

Trending

By Istimewa
Nyamankan Benur untuk Padat Tebar Tinggi
Belida by KKP
Ikan Lokal Tertinggal di Negeri Sendiri  
Hasil panen udang dok trobos
Film Komposit Kitosan/CMC Pertahankan Kualitas Vannamei
Panen nila by TROBOS
Nila Hitam dari Kediri
Fillet patin by Ramdan
Patin Indonesia Incar Pasar Haji  
banner6
banner9
Scroll to Top

Tingkatkan Strategi Budidaya Anda! Baca Insight Terbaru di Trobos Aqua!