Jakarta (TROBOSAQUA). Salah satu pembudidaya ikan air tawar di Kecamatan Ranca Bungur, Bogor, Yana Rahmatullah mampu eksis membudidayakan tiga jenis ikan air tawar. Yaitu; ikan lele, nila dan gurami.
Ia yang semula menekuni segmen budidaya (pembesaran), saat ini lebih fokus menekuni segmen pembenihan yang dinilai sangat menguntungkan. Bahkan, omzet penjualan budidaya ikan air tawar di lahan seluas lahan 3.700 m2 tembus ratusan juta/tahun
Budidaya lele, nila dan gurami di kolam terpal dilakukan sejak 2017. Ada 8 unit kolam terpal yang dimanfaatkan untuk budidaya. Menurutnya, proses budidayanya dimulai dengan berbagai drama di lapangan. Mulai dari kolamnya kebanjiran, ditipu pengepul, hingga ikan budidaya dicuri orang menjadi kisah tragis awal mulai usahanya.
Yana mengaku, semua ikan air tawar yang dibudidaya diberi pakan pelet pabrikan. Lantaran harga pakannya mahal, tak semua ikan dibesarkan. “Kalau dibesarkan semua, kami akan rugi. Mengingat harga pakannya mahal. Karena itu, kami sebagian besar memanfaatkan segmen pembenihan yang ternyata sangat menguntungkan,” jelasnya.

Agar tidak rugi, Yana harus pandai-pandai melihat situasi dan kondisi iklim yang saat ini sudah tak menentu. Pada bulan-bulan tertentu seperti Juli-Oktober biasanya para pembudidaya ikan di Bogor tiarak dulu. “ Pada bulan-bulan tersebut, kami tetap budidaya ikan tapi volume dikurangi. Karena kalau memaksakan untuk budidaya banyak ikan yang mati,” katanya.dimas/dini/edt



