Jakarta (TROBOSAQUA). Penyakit seperti Enterocytozoon hepatopenaei (EHP) dan Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND) menjadi ancaman serius dalam budidaya udang. Ditambah dengan kualitas air yang menurun, tantangan ini dapat menyebabkan kerugian besar bagi petambak. Untuk mengatasi permasalahan ini, CJ Feed&Care Indonesia menghadirkan CJ Mobile Lab, laboratorium keliling pertama yang memberikan layanan diagnostik langsung di lokasi budidaya.
CJ Mobile Lab dirancang untuk memberikan analisis cepat, akurat, dan ringkas guna membantu petambak mengidentifikasi dan menangani masalah kesehatan udang secara efektif. Layanan ini mencakup analisis mikrobiologi, PCR, kesehatan dan imunitas udang, serta kualitas air. Dengan layanan ini, petambak dapat segera mengetahui kondisi kesehatan udang dan lingkungan budidayanya, sehingga tindakan pencegahan atau penanganan dapat dilakukan dengan lebih tepat waktu.
CJ Mobile Lab beroperasi di Pantai Utara Jawa Tengah, Pantai Utara Jawa Timur, dan Pantai Selatan Jawa Bagian Selatan, dengan tim ahli yang siap melayani petambak selama empat hari dalam seminggu. Petambak yang ingin mendapatkan layanan ini dapat menghubungi tim sales di area masing-masing untuk mengajukan permintaan kunjungan.
Melalui inovasi ini, CJ Feed&Care Indonesia berharap dapat meningkatkan keberlanjutan budidaya udang, menjaga produktivitas, dan mendukung pertumbuhan industri akuakultur di Indonesia. Dengan hadirnya laboratorium keliling ini, petambak memiliki akses yang lebih mudah dan cepat terhadap layanan diagnostik, sehingga budidaya udang yang lebih sehat dan berkelanjutan dapat terwujud.cj



