banner12 1
Iklan Web R

Vietnam Merapat ke Nila Salin

 

 

Membuka jendela industri dari Vietnam, sesama ASEAN yang juga produsen ikan hasil budidaya. Kebijakan dan pelaku industri tilapia di sana, merapat ke nila salin (air asin).

 

Menyimak arah angin percaturan perikanan budidaya di vasep.com.vn, dikabarkan merapatnya industri perikanan budidaya di sana ke nila salin karena didorong oleh semakin kerasnya tekanan pada budidaya udang. Corong resmi Vietnam Association of Seafood Exporters and Producers (VASEP) itu mengungkapkan tantangan yang terus berlanjut pada perudangan Vietnam akibat wabah penyakit, biaya tinggi, dan persaingan internasional yang ketat.

“Beberapa eksportir di Delta Mekong dengan berani mengembangkan budidaya nila air salin sebagai langkah strategis. Nila tidak hanya mudah dipelihara dan berisiko rendah, tetapi juga membantu memperbaiki lingkungan tambak dan meningkatkan efisiensi budidaya udang,” mereka merilis.

VASEP menyampaikan ulasannya, nila memiliki siklus budidaya yang mirip dengan udang, memiliki permintaan yang tinggi baik di dalam negeri maupun internasional—termasuk di pasar yang menuntut seperti halal—dan memiliki kemampuan penyaringan air alami yang membantu membersihkan kolam dan mengurangi patogen. Hal ini membuat nila sangat cocok untuk rotasi tanaman di antara masa panen udang.

 

Loncatan Industri

Disebutkan dalam rilis itu, potensi besar nila tercermin dalam inisiatif perusahaan Tai Kim Anh Seafood Processing JSC. Pabrik ini sedang mengembangkan area budidaya terpadu. Bekerjasama dengan pembudidaya lokal, pada hamparan seluas 700 hektar untuk memasok pabrik pengolahan nila yang akan dibangun. Kapasitas pabrik direncanakan start pada volume 200 ton/hari, dan bertahap dinaikkan hingga 500 ton/hari. Perusahaan ini pun disebut menyediakan benih, pakan, dan input lainnya untuk memastikan pasokan yang stabil dan berkualitas tinggi.

Eksportir lain, rilis itu menyitir, juga bereksperimen dengan membudidayakan ikan nila pada tingkat salinitas 10–20 ppt. Hasilnya menjanjikan, VASEP mengutip penilaian para ahli seafood AS menggambarkan kualitas dagingnya sebagai “yang terbaik yang pernah ada.” Hal ini membuka peluang signifikan untuk mengekspor produk nila bernilai tambah, terutama dari daerah payau-air asin seperti Soc Trang dan Vinh Chau.

“Memperluas budidaya ikan nila air asin tidak hanya membantu mengurangi tekanan pada industri udang tetapi juga menciptakan lapangan kerja. Selanjutnya, meningkatkan pendapatan pembudidaya ikan. Bahkan meningkatkan omset ekspor. Dengan syarat adanya kebijakan dukungan sistematis untuk pasokan benih, hubungan pasar, dan investasi pemrosesan mendalam,” mereka menuliskan.

 

Nila Vietnam di Pasar Global

VASEP juga menerbitkan ulasan pasar nila global dan perspektif bagi industri nila dalam negerinya. Pasar nila global membukukan nilai USD 10,6 miliar pada tahun 2024. Angka ini diperkirakan akan tumbuh menjadi USD 14,5 miliar pada tahun 2033 dengan meningkatnya permintaan protein yang terjangkau. Produksi nila global telah tembus 7 juta ton pada 2024, dan meningkat menjadi 7,3 juta ton pada tahun 2025.

Ekspor ikan nila Vietnam mencapai USD 41 juta pada tahun 2024, meningkat 138% dari tahun 2023, didorong oleh pertumbuhan ekspor ikan nila hitam yang kuat (348%) dan ekspor nila merah (20%). AS adalah pasar terbesar Vietnam, ekspor ke sana melonjak 572% menjadi USD 19 juta pada 2024. Pasar lainnya UE, Korea Selatan, Timur Tengah, ASEAN, dan Jepang.

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 161/ Oktober-November 2025

Tag:

Bagikan:

Trending

WhatsApp-Image-2026-01-14-at-10.01.33
MAKSIMALKAN PROFIT UDANG 2026
5-Januari
Potensi Penyebaran Patogen AHPND Melalui Udara
HEIF Image
Tingkatkan Hasil Nelayan dengan Booster Rumpon
AGT04277
Strain Nila, Butuhnya ‘Paket’ Bukan Ala Carte
2-Januari-1
Gugatan Iklim dari Nelayan Terhadap Korporasi
banner6
banner9
Scroll to Top

Tingkatkan Strategi Budidaya Anda! Baca Insight Terbaru di Trobos Aqua!