banner12 1
Iklan Web R

Udang Indonesia dan Konstelasi Pasar Global (I)

 

 

Salah satu kekuatan perudangan Indonesia adalah vanamei mentah, mengalami penurunan ekspor karena kompetisi dengan udang India dan Ekuador. Namun udang breaded dan cooked kini porsinya mencapai 40% dari udang yang didatangkan AS dari Indonesia.

 

Pada 2024 ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat (AS), Jepang dan China turun. Namun terjadi diversifikasi ekspor seperti ke Kanada, Taiwan, Inggris, Malaysia, Taiwan dan Singapura. Jadi turunnya ekspor akibat kompetisi pasar AS, dikompensasi dengan ekspor ke negara lainnya. Pembahasan seri pertama ini, difokuskan pada pasar AS.

Data itu dipaparkan oleh Willem Van Der Pijl , Director Global Shrimp Forum dan pendiri Shrimp Insights pada Shrimp Outlook 2025 yang digelar Jala – perusahaan startup perudangan nasional – di Hotel Marriot Yogyakarta akhir Februari 2025 lalu. Willem melanjutkan, analisis keranjang ekspor untuk Indonesia, terlihat ekspor udang mentah menurun karena berkompetisi dengan udang India dan Ekuador.

“Namun ada sedikit titik balik, dari penurunan tiap kuartalnya,  pada dua kuartal terakhir volume ekspor mulai stabil dan membaik. Di sini kita terlihat harga udang menurun dari 2022 sampai 2024. Pada 2024 akhir harga agak naik sedikit, mungkin juga karena stabilisasi volume yang dilakukan,” ujarnya.

 

Pasar AS

Willem menyatakan pada 2024 ekspor udang Indonesia ke AS, Jepang dan China menurun. Namun ini menjadi diversifikasi pasar bagi Indonesia, karena ada tanda-tanda kenaikan ekspor ke Uni Eropa, Kanada, Taiwan, Inggris, Rusia, Malaysia dan Singapura. Jadi turunnya daya saing udang Indonesia di pasar AS justru mendorong diversifikasi pasar ekspor.

Salah satu kekuatan perudangan Indonesia, menurut dia adalah vannamei mentah, mengalami penurunan export karena kompetisi dengan udang India dan Ekuador (lihat grafik slide no. 7). Di pasar Amerika, udang monodon asal Indonesia yang sudah diproses (dimasak dan dimarinasi) juga naik cukup tinggi. Bahkan pasca pandemi covid tidak menurun secara signifikan. Udang tepung (breaded), terlihat pada grafik, cukup krusial untuk skenario selanjutnya. Ekspor vannamei dengan value added, 75% diekspor ke Amerika Serikat, berikutnya Jepang, dan selainnya kecil-kecil seperti UE dan China.

Data impor udang dari Amerika Serikat, ditunjukkan Willem, produk udang breaded dan cooked kini porsinya mencapai 40% dari udang yang mereka datangkan dari Indonesia. “Mungkin perlu kita fokuskan posisi Indonesia dari detail pasar Amerika Serikat menurut data bea cukai mereka ini,” sebut dia.

Ekspor udang Indonesia sejak sebelum pandemi covid dan 2023 setelah pandemi menurun dari tahun ke tahun dibanding 2023. Dari volume ekspor udang kupas (peeled) yang naik sebelum covid pun menurun sekitar 20%.

Produk udang tanpa kupas (shell on), terlihat Ekuador dan India bertukar posisi. Nilai ekspor udang India juga turun signifikan, sedangkan Ekuador naik dari 48 ribu melejit ke 97 ribu ton. India dari 2023 sampai 2024 tidak bisa menjaga volume ekspornya, tetapi Indonesia relatif bisa menjaga volume rata-rata. Indonesia masih menjadi 3 besar supplier udang shell on.

Meskipun demikian untuk udang cooked and marinated India bertahan sebagai pemain utamanya. Sedangkan Indonesia terlihat pada awal pandemi mengalami lonjakan ekspor udang cooked, namun menurun pasca pandemi covid.

Tetapi jika dibandingkan angkanya dengan ekspor udang cooked sebelum pandemi covid, sebenarnya cukup stabil. Hal ini memungkinkan terjadi karena pertumbuhan ekspor saat pandemi covid disebabkan guncangan pasokan global, alias tidak terjadi secara natural. “Kabar baiknya, udang breaded dari Indonesia masih di posisi top 3, datanya tersedia dan ini hasil observasi yang ingin saya bagikan,” dia mengungkapkan.

 

Namun, Willem menegaskan Indonesia dengan udang breaded-nya, menghadapi kompetisi yang berat di kedepannya. Sama dengan Vietnam, ke mana Vietnam dan Indonesia akan bergerak beberapa waktu ke depan, dan bagaimana perkembangan landscape pasarnya, akan banyak level tantangan yang harus dihadapi Indonesia.

 

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 154/Maret-April 2025

Tag:

Bagikan:

Trending

By Istimewa
Nyamankan Benur untuk Padat Tebar Tinggi
Belida by KKP
Ikan Lokal Tertinggal di Negeri Sendiri  
Hasil panen udang dok trobos
Film Komposit Kitosan/CMC Pertahankan Kualitas Vannamei
Panen nila by TROBOS
Nila Hitam dari Kediri
Fillet patin by Ramdan
Patin Indonesia Incar Pasar Haji  
banner6
banner9
Scroll to Top

Tingkatkan Strategi Budidaya Anda! Baca Insight Terbaru di Trobos Aqua!