Laman National Marine Fisheries Service (NMFS) kembali merilis data impor udang Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data terbaru, total impor udang AS pada Oktober 2024 tercatat sebesar 74.544 metrik ton (MT).
Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan September 2024, yang hanya mencapai 70.967 MT, dengan selisih 3.577 MT. Data NMFS juga menunjukkan bahwa total impor udang AS dari Januari hingga Oktober 2024 mencapai 622.531 MT. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2023, yaitu 649.988 MT, angka ini mengalami penurunan yang cukup signifikan
India tetap menempati posisi pertama sebagai pemasok udang terbesar ke AS sejak awal tahun 2024. Pada September 2024, suplai udang India ke AS tercatat sebesar 29.624 MT. Angka ini mengalami peningkatan pada Oktober 2024, di mana total impornya mencapai 30.457 MT.
Secara akumulatif, total ekspor udang India ke AS dari Januari hingga Oktober 2024 mencapai 243.517 MT. Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya (Januari–Oktober 2023), angka ini menunjukkan sedikit penurunan, mengingat pada 2023 ekspor mencapai 245.163 MT. Meskipun demikian, India tetap menjadi pemasok utama udang ke AS hingga saat ini.
Sebagai pemasok udang terbesar kedua ke AS, Ekuador mencatat ekspor sebesar 14.482 MT pada Oktober 2024. Angka ini mengalami penurunan 903 MT dibandingkan bulan sebelumnya, yang mencapai 15.385 MT.
Hingga Oktober 2024, total ekspor udang Ekuador ke AS mencapai 157.175 MT. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2023, terjadi tren penurunan, karena pada Januari–Oktober 2023 ekspor udang Ekuador mencapai 172.741 MT.
Indonesia tetap menjadi salah satu pemasok utama udang ke AS dan menempati posisi ketiga dalam daftar eksportir terbesar. Indonesia mengekspor 13.140 MT udang pada Oktober 2024 ke pasar AS. Sama seperti India, Indonesia juga mengalami peningkatan suplai dibanding bulan sebelumnya. Pada September 2024, suplai udang Indonesia hanya mencapai 10.857 MT, sehingga terjadi kenaikan sebesar 2.283 MT.
Secara akumulatif, sejak Januari hingga Oktober 2024, total ekspor udang Indonesia ke AS mencapai 107.478 MT. Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2023, ekspor mengalami tren penurunan yang cukup signifikan. Pada Januari–Oktober 2023, total ekspor udang Indonesia mencapai 120.077 MT.
Menduduki posisi keempat sebagai pemasok udang terbesar ke AS, Vietnam mengekspor 8.363 MT udang ke AS pada Oktober 2024. Angka ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan bulan sebelumnya, yang mencapai 8.440 MT.
Berdasarkan data NMFS, total suplai udang Vietnam ke AS hingga Oktober 2024 mencapai 55.316 MT. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2023, Vietnam mengalami tren kenaikan suplai, dari 49.740 MT menjadi 55.316 MT.
Menempati posisi kelima sebagai pemasok udang terbesar ke AS, Thailand mengekspor 3.613 MT udang pada Oktober 2024. Pada bulan sebelumnya, suplai udang Thailand ke AS hanya mencapai 2.334 MT.
Hal ini menunjukkan bahwa Thailand, seperti India dan Indonesia, juga mengalami tren peningkatan suplai pada Oktober 2024. Secara akumulatif, total suplai udang Thailand sejak Januari hingga Oktober 2024 mencapai 19.641 MT. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama pada 2023, yang saat itu hanya mencapai 16.607 MT.
Pasar Udang Nasional
Mendekati hari raya Idul Fitri 2025, tepatnya 10 Maret 2025 tren harga udang di dalam negeri terpantau di laman jala.tech mengalami tren positif dibanding update harga di bulan lalu. Di laman tersebut menampilkan harga jual udang khususnya udang vannamei di level petambak dari berbagai wilayah di Indonesia.
Berdasarkan data terakhir (10/3) perkembangan harga udang vannamei per kilogram (kg) di wilayah Pandeglang – Banten untuk size 100 (ukuran 1 kilogram isi 100 ekor) dijual dengan harga Rp54 ribu per kg, untuk size 70 harganya Rp62 ribu per kg. Dan size 40 dijual seharga Rp72 ribu per kg. Kenaikan harga pada masing-masing ukuran berkisar antara Rp1.000–Rp2.000 per kg dibanding bulan sebelumnya.
Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 154/Maret-April 2025



