banner12 1
Iklan Web R

Transformasi Pakan Fungsional Berbahan Baku Lokal

by Yopi

 

 

Penggunaan pakan fungsional dalam industri akuakultur tidak hanya meningkatkan efisiensi pertumbuhan ikan dan udang, tetapi juga mengurangi dampak lingkungan

 

Pakan fungsional yang menggunakan bahan baku lokal memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan dalam industri akuakultur. Profesor Mas Tri Djoko Sunarno, Peneliti Ahli Utama Bidang Nutrisi dan Teknologi Pakan Ikan di Pusat Riset Perikanan, Organisasi Riset Kebumian dan Maritim, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menjelaskan, Indonesia, dengan kekayaan sumber daya alamnya, memiliki banyak bahan baku lokal yang bisa digunakan dalam pakan fungsional. Bahan-bahan ini berperan sebagai sumber protein, asam amino esensial, lemak, vitamin, mineral, serta energi. Beberapa bahan yang sering digunakan termasuk tepung ikan, bungkil sawit (PKM), dan dedak.

“Bahan nutrigenomik seperti asam amino esensial, asam lemak esensial, vitamin C dan E, yeast, serta probiotik dapat meningkatkan efisiensi pakan,” ujar Tri Djoko. Meskipun demikian, pengembangan bahan baku lokal ini belum optimal di Indonesia. Namun, para pembudidaya sudah mulai mengadopsi pakan komersial yang diperkaya dengan bahan mikro nutrien seperti asam amino dan vitamin C, serta penggunaan probiotik dan tanaman air seperti mata leli (Lemna minor) untuk meningkatkan efisiensi pakan dan mengurangi biaya operasional.

Sementara itu, Dosen di Program Studi Teknologi Akuakultur, Politeknik Ahli Usaha Perikanan, Romi Novriadi juga menyoroti potensi bahan baku lokal, terutama fitoaditif yang berasal dari ekstrak tanaman seperti temulawak, lidah buaya, dan daun bintoro. Bahan-bahan ini berfungsi sebagai imunostimulan alami serta agen anti-parasit, anti-bakteri, dan anti-jamur.

“Pakan yang mengandung ekstrak kunyit, sambiloto, dan jahe, misalnya, telah terbukti efektif dalam meningkatkan kesehatan ikan serta efisiensi produksi,” jelas Romi. Cita Indonesia, perusahaan yang berbasis di Tangerang-Banten telah mengembangkan produk berbasis ekstrak herbal ini. Bahan tersebut digunakan dalam pakan atau sebagai suplemen pakan untuk pembudidaya ikan di Indonesia.

 

Dampak Pakan Fungsional

Penggunaan pakan fungsional dalam industri akuakultur tidak hanya meningkatkan efisiensi pertumbuhan ikan dan udang, tetapi juga mengurangi dampak lingkungan. Menurut Romi, hubungan antara pakan dan lingkungan sangat bergantung pada komposisi bahan baku yang digunakan serta manajemen pemberian pakan.

“Dampak lingkungan terutama berasal dari limbah organik, baik dari pakan yang tidak dikonsumsi maupun feses ikan atau udang. Sepanjang pakan diproduksi dengan memperhatikan komposisi nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan spesifik organisme akuatik dan diberikan melalui manajemen pakan yang tepat, baik pakan fungsional maupun konvensional tidak akan mencemari lingkungan,” ungkap pria yang telah berkecimpung di dunia akuakultur lebih dari 20 tahun itu.

Selain manfaat lingkungan, Romi juga menekankan, pakan fungsional berkontribusi dalam pengurangan biaya produksi. Ia menyoroti pentingnya melakukan feed cost gain analysis dalam setiap produksi untuk menilai efektivitas pakan fungsional.

Analisis ini membandingkan biaya pakan yang dikeluarkan dengan pertumbuhan dan kelangsungan hidup organisme akuatik yang dihasilkan. “Riset yang kami lakukan menunjukkan bahwa penggunaan pakan fungsional dapat meningkatkan laju pertumbuhan dan tingkat kelulushidupan organisme akuatik, sekaligus mengurangi lama waktu produksi. Hal ini menjadikan akuakultur lebih produktif dan efisien,” jelasnya.

Sejalan dengan Romi, Tri Djoko menambahkan, penggunaan bahan tambahan dalam pakan, seperti probiotik, dapat memberikan dampak positif bagi ikan dan lingkungan. “Pakan yang lebih efisien dapat mengurangi beban bahan organik dalam lingkungan, sehingga berkontribusi pada ekosistem perairan yang lebih sehat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Tri Djoko menjelaskan, penggunaan bahan tambahan tertentu dalam pakan tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga berdampak pada performa bioreproduksi induk, kualitas larva, serta pertumbuhan benih dan ikan konsumsi. “Dengan strategi ini, biaya produksi dapat ditekan hingga minimal 10%, memberikan keuntungan lebih bagi para pembudidaya,” imbuhnya.

Menambahkan perspektif lain, dikutip dari Edisi 112, narasumber dari salah satu perusahaan produsen feed additive turut memaparkan pengaruh pakan fungsional terhadap lingkungan. Disebutkan, limbah industri akuakultur dapat merusak lingkungan, sehingga penggunaan aditif diharapkan mampu menurunkan limbah nitrogen dan fosfat yang berasal dari pakan melalui penggunaan probiotik. Lalu, konsumen juga menginginkan daging ikan yang putih dan tebal, maka ditambahkan fitogenik dan pigmen agar daging lebih menarik untuk dikonsumsi.

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 152/Januari – Februari 2025

Tag:

Bagikan:

Trending

Ikan budidaya (nila merah) by TROBOS
Ikan Berlimpah Jelang Lebaran
KKP kirim 1852 kontainer udang bersertifikat bebas Cesium ke AS dalam tiga bulan dok istimewa
Sebanyak 1.852 Kontainer Lolos Cesium-137
Copy of Kolaborasi masyarakat untuk mangrove dok istimewa
Kuatkan Kawasan Mangrove dan Kepiting Bakau di Lantebung
HEIF Image
Empat Aspek Penting CBIB
HEIF Image
Hiu Blacktip, Ikon Ikan Laut di Rumah DeHakim
banner6
banner9
Scroll to Top

Tingkatkan Strategi Budidaya Anda! Baca Insight Terbaru di Trobos Aqua!