Kalianda (TROBOSAQUA). Sabtu (20/9) lalu, telah dilaksanakan grand opening (peresmian) PLHA (Post Larva Haji Agus) dari PT Anesta Agung di Batu Balak, Kalianda,Lampung Selatan-Lampung. Sebelumnya PT Anesta Agung bergerak di pertambakan udang di beberapa lokasi, bisnis udang dan ekspedisi.
Para tamu undangan yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Lampung, Jakarta, Bangka, Bali, hingga Sulawesi turut serta mengikuti peresmian hatchery milik H Agusri ini. Rangkaian acara grand opening PLHA dimulai dari penyambutan tamu dengan pengalungan tapis yang kemudian diikuti oleh sambutan dari owner (pemilik) PLHA, H Agusri Syarief.
“Hatchery ini bukan sekedar tempat produksi, tapi juga simbol komitmen kami untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan lapangan kerja dan produk udang yang berkualitas. Dan kami memiliki komitmen tinggi untuk bisa menghasilkan produksi beKur dengan kualitas yang andal dan konsisten. Larena benur adalah salah satu aspek yang menentukan keberhasilan budidaya di tambak udang,” terang Agusri dalam pembukaannya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Drama Panca Putra, Deputi Bidang Karantina Ikan, Badan Karantina Indonesia. “Kami ucapkan selamat atas peresmian hatchery ini. Kami juga titip supaya hatchery terkait biosekuritinya bisa konsiten dan yang terpenting, ilmunya ditularkan ke petambak kecil lain sehingga terbuka kesempatan agar ekonomi bisa tumbuh dari desa. mengingat Presiden RI mendorong untuk ekonomi kerakyatan,” papar Drama.
Tidak ketinggalan pula, sambutan dari Profesor Andi Tamsil, Ketua Umum Shrimp Club Indonesia. Ia menyatakan, apa yang sudah dilakukan Agusri adalah menyongsong budidaya yang semakin baik kedepan.
“Kita saat ini di tengah-tengah dinamika yang sangat besar. Kita bersyukur pada hari ini Agusri memberikan energi positif agak tidak usah ragu, bahwa hatchery ini siap untuk mendukung bab kita kedepan. Kita berpesan juga pada teman-teman, mari sama-sama jaga budidaya ini,” terang Andi.
Dan sambutan pamungkas diberikan TB Haeru Rahayu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dalam sambutannya ini, Tebe menjelaskan mengenai perikanan budidaya dan dinamikanya saat ini. Mulai dari tantangan, kebijakan, prioritas, isu dan solusi. “Dan kita harapkan dengan pembukaan PLHA ini, sukses buat Agusri, sukses buat hatchery, sukses buat budidaya, dan sukses Indonesia,” tutupnya.

Setelah pemberian sambutan, rangkaian kegiatan selanjutnya adalah pemotongan pita dan tumpeng, foto bersama dan penaburan benur. Dilanjutkan santap siang untuk kemudian diikuti presentasi mengenai PLHA oleh Nurtedjo Wahyono, Kepala Hatchery PLHA.
Nurtedjo dalam presentasinya menjelaskan mengenai produktivitas PLHA. Dia memaparkan, saat ini kapasitas produksi mencapai 50 juta ekor per bulan dengan PL yang keluar adalah PL12. “Dari sini harapannya kita bersama hatchery-hatchery lain bisa berkontribusi untuk udang nasional,” sebut Nurtedjo.sambil menjelaskan indukan yang dipakai, diimpor langsung dari Florida-Amerika Serikat.



