𝗔𝗽𝗮𝗸𝗮𝗵 𝗽𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗽𝗿𝗼𝘁𝗲𝗶𝗻 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶 𝘀𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝘀𝗶𝗹𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗶𝗻𝗲𝗿𝗷𝗮 𝘂𝗱𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗶𝗸?
Selama bertahun-tahun, industri budidaya udang mengandalkan pakan berkadar protein tinggi dengan asumsi bahwa semakin tinggi protein, semakin baik pertumbuhan dan hasil produksi.
Namun, hasil evaluasi pada 76 tambak komersial di Thailand menunjukkan perspektif yang berbeda.
Temuan utama:
✓ Performa pertumbuhan, survival rate, FCR, dan hasil panen tetap terjaga pada strategi protein yang lebih rendah.
✓ Efisiensi pemanfaatan nitrogen meningkat secara signifikan.
✓ Potensi profitabilitas lebih baik melalui optimalisasi biaya pakan.
✓ Dampak lingkungan dapat dikurangi melalui pengelolaan nutrisi yang lebih efisien.
Studi ini mengingatkan kita bahwa keberhasilan budidaya tidak selalu ditentukan oleh pemberian nutrisi dalam jumlah lebih besar, melainkan oleh pemberian nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan biologis udang pada setiap fase pertumbuhan.
Ke depan, pendekatan berbasis data dan efisiensi akan menjadi kunci untuk menciptakan sistem budidaya yang lebih produktif, menguntungkan, dan berkelanjutan.
Bagaimana pengalaman Anda dalam mengoptimalkan formulasi pakan di lapangan? Apakah strategi protein bertahap telah diterapkan di tambak Anda?



