Alat untuk budidaya lele dengan menggunakan solar cell
Oleh: Creani Handayani, Anita Diah Pahlewi, dan Ach Khumaidi*
Di tengah tantangan budidaya yang makin kompleks, para pembudidaya lele di Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Batu Alam Berkah, Kabupaten Situbondo-Jawa Timur menemukan angin segar lewat penerapan smart energy. Adapun teknologinya adalah smart energy.
Alat ini memanfaatkan panel surya untuk menghasilkan listrik yang digunakan dalam operasional budidaya lele, mulai dari pompa air hingga sistem aerasi kolam. Dengan desain yang ramah lingkungan dan perawatan yang relatif mudah dan murah, sistem ini jadi jawaban cerdas atas mahalnya biaya operasional yang selama ini membebani kegiatan budidaya, terutama untuk kebutuhan listrik.
Bukan cuma soal hemat energi, teknologi ini ternyata juga berdampak langsung pada produktivitas. Sejak beralih ke sistem tenaga surya, kelompok ini berhasil memangkas tagihan listrik hingga 75%. Penghematan yang besar ini tentu menjadi peluang baru untuk mengembangkan usaha dan memperkuat ketahanan usaha budidaya lele di tingkat lokal.
Karena Tantangan Budidaya
Berawal dari tantangan budidaya lele, Miftah, sekretaris Pokdakan Batu Alam Berkah, budidaya lele yang mereka kelola masih menghadapi pemadaman listrik di wilayah mereka. Hal ini menyebabkan pasokan air ke kolam bioflok terganggu, padahal sistem ini membutuhkan aliran air yang stabil sepanjang waktu karena padat tebar yang tinggi.
Akibat gangguan tersebut, hampir 40% ikan mengalami kematian. Selain berdampak pada kelangsungan hidup ikan, penggunaan sistem bioflok juga membuat konsumsi listrik menjadi cukup tinggi, sehingga biaya operasional semakin membengkak. Di sisi lain, para ibu-ibu yaitu istri dari pembudidaya belum memanfaatkan ikan lele berukuran besar yang kurang diminati pasar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah.
Maka dari itu, Pokdakan Batu Alam Berkah ditawarkan solusi inovatif yang menggabungkan teknologi dan tradisi budidaya di tengah semangat pembudidaya lele yang terus bergelora. Program pengabdian mengajarkan kelompok ini tidak hanya teknik budidaya lele, tetapi juga teknologi ramah lingkungan yang dapat menghemat uang dan meningkatkan hasil panen.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat kolaborasi antara dosen Universitas Abdurachman Saleh Situbondo (UNARS) dan dosen Universitas Ibrahimy (UNIB) mengembangkan inovasi alat smart energy berbasis solar sel untuk budidaya lele. Kegiatannya berskema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Tim pengabdian berupaya memberikan solusi dengan pendekatan teknologi dan pelatihan kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan mitra. Fokus utama kegiatan ini adalah bagaimana membuat budidaya lele menjadi efisien, modern, dan tentu saja menguntungkan. Caranya bagaimana? Melalui penerapan smart energy dan pelatihan untuk mengembangkan berbagai jenis produk olahan lele. Bukan hanya masalah teknis, tetapi juga keterampilan baru dan peluang bisnis dari olahan ikan.
Pelatihan ke Masyarakat
Setelah alat terpasang, kegiatan dilanjutkan dengan transfer pengetahuan kepada mitra. Pada sesi pelatihan penggunaan teknologi, mitra menunjukkan antusiasme tinggi saat mendengarkan pengarahan tentang cara mengoperasikan alat tersebut.
Pertama, dijelaskan prosedur menghidupkan panel untuk mengaktifkan alat, diikuti penjelasan mengenai cara kerja solar cell dalam menyimpan energi pada baterai. Selanjutnya, diperlihatkan fungsi inverter yang menampilkan kapasitas daya baterai. Alat ini dirancang untuk bekerja secara terus menerus dari pagi hingga malam tanpa berhenti. Selain itu, para pembudidaya diberikan panduan mengenai perawatan alat agar tetap berfungsi optimal. Mereka juga menyatakan komitmen untuk menjaga dan merawat alat tersebut.
Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 159/ Agustus-September 2025



