banner12 1
Iklan Web R

Sistem ‘Pengairan’ Ala Akuaponik

akuaponik kkp

Widoro Baru, sebuah desa di Sleman, kini menjadi percontohan bagi keberhasilan penggunaan sistem akuaponik sebagai solusi pertanian berkelanjutan.

Di tengah tantangan modernisasi pertanian dan kebutuhan akan metode yang ramah lingkungan, akuaponik menjadi salah satu pilihan unggul, karena menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu siklus yang saling mendukung. Dalam hal ini, akuaponik di Widoro Baru tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sumber pendidikan dan keterampilan bagi masyarakat setempat.

Sistem akuaponik sederhana yang ada di Widoro Baru mulai beroperasi dengan dua kolam ikan, yang masing-masing diisi dengan ikan nila dan ikan lele.  Kolam ini dilengkapi dengan berbagai komponen penting, seperti bak pengendapan, biofilter, dan sistem tanam menggunakan teknik DFT (Deep Flow Technique).

Sistem ini mengalirkan air dari kolam ikan ke dalam bak pengendapan untuk mengendapkan kotoran ikan, yang kemudian disaring melalui biofilter sebelum akhirnya digunakan untuk memberi nutrisi pada tanaman. Feriawan Yudanto, Ketua Kelompok Pengelola akuaponik Widoro Baru, menyatakan bahwa proyek ini telah melibatkan berbagai pihak, mulai dari mahasiswa hingga warga lokal.

Mereka bersama-sama menjaga dan mengembangkan sistem ini. “Alhamdulillah, kangkungnya sudah hijau. Airnya sudah dingin, ikannya jadi kelihatan,” kata Feriawan dengan penuh kebanggaan.

Selain menjadi sistem produksi pangan yang efisien, akuaponik di Widoro Baru juga berfungsi sebagai alat pendidikan bagi masyarakat. Dengan adanya program penyuluhan dan pelatihan, warga setempat dapat memahami cara kerja akuaponik serta manfaat jangka panjang dari sistem ini. Bahkan, proyek ini juga menarik perhatian mahasiswa yang ingin belajar lebih dalam tentang pertanian berkelanjutan dan teknologi akuaponik.

Proses Kerja akuaponik

Proses kerja sistem akuaponik di Widoro Baru melibatkan siklus yang saling bergantung antara budidaya ikan dan pertanian tanaman dalam satu ekosistem tertutup. Prinsip dasar dari akuaponik adalah memanfaatkan limbah ikan sebagai nutrisi bagi tanaman, sementara tanaman berfungsi menyaring air yang kemudian digunakan kembali oleh ikan.

Proses ini berlangsung dalam beberapa tahapan yang terstruktur dengan cermat, mulai dari kolam ikan hingga ke tanaman yang ditanam menggunakan sistem hidroponik. Pada sistem akuaponik di Widoro Baru, terdapat dua kolam utama, satu untuk ikan nila dan satu lagi untuk ikan lele. Kedua kolam ini memiliki peran penting dalam menyediakan air yang kaya akan unsur hara bagi tanaman.

Dimana, kolam ikan ini menjadi tempat ikan hidup dan menghasilkan kotoran yang kaya nutrisi. Kotoran ikan yang berupa amonia dan nitrat menjadi sumber utama bagi tanaman. Namun, sebelum air yang mengandung kotoran ini dapat digunakan oleh tanaman, ia harus melalui beberapa proses penyaringan.

Di kolam lele, aliran air didesain dengan pipa yang lebih tinggi di bagian tengah kolam. Tujuannya adalah agar kotoran yang ada di dasar kolam dapat terbawa oleh aliran air dan mengalir ke bak pengendapan.

Di kolam nila, ada dua pipa: pipa merah yang mengatur ketinggian air dan pipa hijau yang lebih besar berfungsi untuk membawa kotoran ke bak pengendapan. Dengan dua pipa ini, aliran air bisa tetap bersih dan optimal.

Setelah air mengalir keluar dari kolam ikan, air yang mengandung kotoran akan menuju bak pengendapan. Bak ini berfungsi untuk menampung kotoran ikan yang lebih besar sebelum air diproses lebih lanjut. Di sini, air akan diam sejenak, memungkinkan partikel besar seperti kotoran ikan untuk mengendap di dasar bak. Dengan cara ini, air yang masuk ke sistem biofilter akan lebih bersih.

Dibuat bak pengendapan, yang dirancang cukup besar untuk menampung kotoran yang terpisah dari air, sehingga tidak mengganggu proses filtrasi berikutnya. Kotoran yang mengendap di dasar akan diangkat secara berkala untuk menjaga kualitas air tetap terjaga.

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 152/Januari – Februari 2025

Tag:

Bagikan:

Trending

Ikan budidaya (nila merah) by TROBOS
Ikan Berlimpah Jelang Lebaran
KKP kirim 1852 kontainer udang bersertifikat bebas Cesium ke AS dalam tiga bulan dok istimewa
Sebanyak 1.852 Kontainer Lolos Cesium-137
Copy of Kolaborasi masyarakat untuk mangrove dok istimewa
Kuatkan Kawasan Mangrove dan Kepiting Bakau di Lantebung
HEIF Image
Empat Aspek Penting CBIB
HEIF Image
Hiu Blacktip, Ikon Ikan Laut di Rumah DeHakim
banner6
banner9
Scroll to Top

Tingkatkan Strategi Budidaya Anda! Baca Insight Terbaru di Trobos Aqua!