banner12 1
Iklan Web R

Seruan Darurat Perempuan dan Masyarakat Pesisir

Aksi parade 16 perahu perempuan nelayan dok kiara

Demak (TROBOSAQUA). Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16HAKtP) diperingati Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan (KIARA) bersama jaringan dengan membuat aksi parade 16 perahu perempuan nelayan. Tema kegiatan ‘Melawan Eksploitasi Pesisir yang Merusak Kehidupan’ dilakukan di Dukuh Tambakpolo, Desa Purworejo, Kabupaten Demak-Jawa Tengah, Minggu, (30/11).

Dikutip dari serat.id, kegiatan ini digelar Puspita Bahari didukung KIARA, PPNI, LBH Semarang, Bara Puan, Generate Project- Universitas Leeds. “Kegiatan ini seruan darurat dari mereka yang ruang hidupnya berada di garis terdepan krisis ekologi yang terjadi pada perempuan nelayan dan masyarakat pesisir pada umumnya,” kata Susan Herawati, Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) dalam rilisnya.

Susan mengatakan parade enam belas perahu perempuan nelayan merupakan bentuk perlawanan kolektif dari perempuan pesisir untuk menyuarakan krisis yang selama ini mereka alami secara langsung krisis yang sering tidak mendapat perhatian negara. Aksi ini juga mengkonkritkan solidaritas sesama masyarakat pesisir terutama perempuan nelayan dalam mengupayakan pemulihan pemulihan pesisir, akses air bersih, perumahan aman, hingga pemulihan mata pencaharian yang kian hilang akibat tenggelamnya ruang hidup.

Lebih lanjut, ia menjelaskan melalui aksi ini, perempuan nelayan Demak mengajukan empat seruan untuk menghentikan seluruh bentuk pembangunan ekstraktif di pesisir Demak yang terbukti mempercepat abrasi dan kerusakan ekologi. Kemudian laksanakan pemulihan ekologis pesisir melalui rehabilitasi mangrove, penguatan sabuk pantai, dan tata ruang berbasis daya dukung lingkungan.

Lalu pemerintah diminta untuk menyediakan rencana pemulihan desa tenggelam dan pemukiman aman, termasuk relokasi bermartabat dan perlindungan sumber penghidupan nelayan. “Bangun sistem perlindungan sosial bagi perempuan nelayan, terutama akses air bersih, layanan kesehatan, dan dukungan mata pencaharian,” katanya

Selain itu, KIARA bersama jaringan perempuan nelayan melakukan rangkaian pendidikan dan penguatan koperasi, serta membuat video solidaritas dari perempuan nelayan di beberapa daerah seperti Lampung, Demak, Pulau Pari, dan Surabaya. “Ini untuk obor semangat buat para perempuan pesisir terutama perempuan nelayan Laut Jawa yang tangguh-tangguh ini. Tidak menyerah dengan kondisi dan meski berat, mereka kini tengah menguatkan ekonomi mereka dengan koperasi,” kata Susan.

Nurrikah, salah satu nelayan Tambakpolo, Demak mengatakan ia sehari-hari bersama suami mencari nafkah sebagai nelayan di laut sudah terbiasa menghadapi perubahan iklim yang ada termasuk gelombang tinggi. Namun ia menyayangkan tak adanya dukungan dari pemerintah untuk mendapatkan harga bahan bakar minyak yang memadai dan terjangkau. “Kami ingin negara hadir dan mendampingi kami dalam menghadapi hal ini,” katanya.ist/dini/edt

Tag:

Bagikan:

Trending

WhatsApp-Image-2026-01-14-at-10.01.33
MAKSIMALKAN PROFIT UDANG 2026
5-Januari
Potensi Penyebaran Patogen AHPND Melalui Udara
HEIF Image
Tingkatkan Hasil Nelayan dengan Booster Rumpon
AGT04277
Strain Nila, Butuhnya ‘Paket’ Bukan Ala Carte
2-Januari-1
Gugatan Iklim dari Nelayan Terhadap Korporasi
banner6
banner9
Scroll to Top

Tingkatkan Strategi Budidaya Anda! Baca Insight Terbaru di Trobos Aqua!