Keunggulan pupuk ini dibandingkan pupuk kimia adalah sifatnya yang ramah lingkungan, tidak mencemari perairan, serta mampu meningkatkan kesuburan substrat budidaya.
Oleh: Riris Yuli Valentine*
Budidaya anggur laut (Caulerpa racemosa) selama ini dilakukan di perairan laut. Saat ini, budidaya anggur laut sudah bisa dilakukan di darat dengan menggunakan sistem akuakultur tertutup
Metode ini menjadi alternatif bagi masyarakat untuk budidaya anggur laut tanpa harus bergantung pada kondisi alam yang fluktuatif. Faktor utama yang menentukan keberhasilan budidaya anggur laut di darat adalah ketersediaan sumber nutrisi yang memadai. Dan sumber nutrisinya dapat dipenuhi melalui inovasi pemanfaatan pupuk guano kelelawar.
Pupuk guano merupakan pupuk organik cair yang berasal dari kotoran kelelawar dan kaya akan unsur hara seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang dibutuhkan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk guano kelelawar mengandung Fosfat: 1,302 mg/L dan Nitrat: 2,296 mg/L. Kandungan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pertumbuhan thallus dan perkembangan cabang anggur laut, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan hasil panen secara keseluruhan.
Selain memberikan manfaat dalam meningkatkan pertumbuhan anggur laut, inovasi ini juga memiliki dampak positif dalam mendukung ekonomi hijau. Pemanfaatan pupuk guano sebagai sumber nutrisi alami membantu mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang dapat mencemari lingkungan.
Sumber Pupuk Guano
Di Desa Bolok-Nusa Tenggara Timur, terdapat gua kelelawar yang telah dihuni selama puluhan hingga ratusan tahun, menghasilkan endapan guano yang melimpah. Menurut warga setempat, kotoran ini sebelumnya belum banyak dimanfaatkan, padahal memiliki potensi tinggi sebagai pupuk organik.
Melalui pengolahan yang tepat melalui proses fermentasi, pupuk guano dapat menjadi sumber nutrisi yang efektif bagi anggur laut yang dibudidayakan di darat. Dengan adanya teknologi ini, masyarakat pesisir dapat mengembangkan budidaya anggur laut secara mandiri, memanfaatkan sumber daya lokal, dan menciptakan peluang ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Proses Pembuatan Pupuk Guano Cair
Untuk menghasilkan pupuk organik cair dari guano, diperlukan beberapa bahan utama, yaitu; kotoran kelelawar kering – 1 kg, terasi – 100 g, gula merah – 200 g, EM4 (Effective Microorganism 4) – 200 mL, air tawar – 4 liter. Metode fermentasi dilakukan dengan cara; campurkan semua bahan dalam wadah fermentasi (komposter), kemudian tambahkan air secukupnya untuk mendapatkan komposisi larutan organik yang ideal.
Selanjutnya, simpan dalam kondisi tertutup selama 12 hari dengan pengadukan setiap dua hari sekali. Setelah fermentasi selesai, pupuk siap digunakan dengan dosis tertentu dalam budidaya anggur laut. Hasil fermentasi ini menghasilkan pupuk cair dengan kandungan nutrisi yang stabil dan dapat langsung diaplikasikan pada media pemeliharaan anggur laut.
Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 155/April -Mei 2025



