Oleh: Desty Milianie dan Sofiana*
Kesejahteraan ikan atau fish welfare telah menjadi aspek penting yang tidak hanya berkaitan dengan etika, tetapi juga dengan produktivitas dan keberlanjutan usaha budidaya, dan hal inilah yang dipraktikkan di Hatchery Nila Kekar Pasuruan.
Salah satu tempat yang telah mengintegrasikan prinsip-prinsip kesejahteraan ikan ke dalam operasionalnya adalah Hatchery Nila Kekar di Pasuruan-Jawa Timur. Hatchery yang dikelola Kartojo Ardiwinoto dan Adi Nugroho ini, melakukan usaha pembenihan ikan nila tidak hanya mengejar hasil yang banyak. Mareka tetapi juga berusaha memastikan bahwa ikan-ikan dipelihara dengan cara yang baik,benar, dan sejahtera baik dalam proses pembenihan juga pemijahan.
Kesejahteraan Ikan dalam Pembenihan
Benih yang sehat berasal dari lingkungan yang bersih dan bebas penyakit. Untuk menjaga kesejahteraan benih nila, Kartojo menerapkan beberapa aspek yang mendukung kegiatan pembenihan yang dilakukan di hatchery. Yaitu mulai dari kualitas air sangat diperhatikan setiap harinya.
“Suhu dijaga agar tetap hangat, kadar oksigen cukup, dan air tidak kotor. Jika air terlalu panas, terlalu dingin, atau tercemar, benih bisa stres dan mati. Oleh karena itu, air secara rutin dilakukan pembuangan pada pagi dan sore hari melalui outlet pembuangan air pada kolam untuk mengurangi adanya hama dan kotoran lainnya,” sebut Kartojo.
Pemberian pakan pada benih nila mengandung cukup protein dan mudah dicerna. Pakan diberikan 2 kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. “Pakan diberikan sesuai kebutuhan dan tidak berlebih, karena jika sisa pakan mengendap di dasar kolam, maka bisa membuat air menjadi keruh dan mengganggu kesejahteraan benih,” tambah Kartojo.
Kartojo menjelaskan, kolam pembenihan dijaga agar tidak terlalu padat. Jika terlalu banyak benih dalam satu kolam, ikan bisa berebut makanan dan ruang gerak, lalu stres. Suasana di sekitar kolam juga dijaga tetap tenang, tidak bising, dan tidak sering diganggu. “Lingkungan yang sejahtera membuat ikan lebih tenang dan pertumbuhannya lebih baik,” ujarnya.

Kolam pun selalu dibersihkan secara berkala. Di hatchery ini, beberapa langkah dilakukan untuk mencegah terjadinya ikan terkena penyakit. Diantaranya; melalui pengelolaan kualitas air, pemberian pakan yang rutin, dan pemenuhan protein juga nutrisi yang cukup.
Peralatan pembenihan juga selalu disterilkan dan jika ada benih yang terlihat sakit, langsung dipisahkan. Karyawan juga rutin memantau kondisi ikan agar bisa segera bertindak jika ada tanda-tanda penyakit.
Benih yang sudah siap panen dan siap antar akan melalui proses panen dengan cara yang sangat hati-hati. Dimana Ikan diangkat menggunakan serok kecil yang lembut agar tidak terluka. “Saat dibawa ke pembeli, benih di-packing dimasukkan ke dalam wadah berisi oksigen, dan suhu air dijaga agar tetap stabil. Pengiriman dilakukan secepat mungkin agar benih sampai dalam kondisi segar dan sejahtera,” sambung Kartojo.
Kesejahteraan Ikan dalam Pemijahan
Pemijahan ikan merupakan tahap krusial dalam budidaya perikanan. Namun, proses ini juga dapat menjadi tantangan bagi kesejahteraan ikan. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana meningkatkan kesejahteraan ikan dalam pemijahan.
Kartojo yang juga pendamping teknis produksi induk nila kekar berkata bahwa dalam pemijahan sangat penting menjaga kesejahteraan ikan. “Baik dari cara merawat ikannya maupun dari segi alat alat yang digunakan untuk pemijahan induk nila kekar tersebut,” paparnya.
Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 157/ Juni – Juli 2025



