Pieter Tehupuring adalah nelayan kelahiran Ambon, 13 Maret 1967. Ia memiliki 1 istri dan 4 anak. Pendidikan terakhirnya SMA dan saat ini merupakan Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Seilbers di Kota Ambon-Maluku dan pernah meraih juara tiga tingkat Nasional Gerakan Nasional Masyarakat Minapolitan (Gempita).
Selain menjadi Ketua KUB Seilbers, Pieter juga ditunjuk menjadi ketua nelayan oleh masyarakat Desa Seilale sehingga semua KUB dan poklahsar (kelompok pengolah dan pemasar) di desa ini dibinanya bersama penyuluh. Di antaranya KUB Alven, KUB Tuna Seilale, KUB Seila, KUB Rejeki dan KUB Anungrah. Poklahsar Melati dan Poklahsar Mawar juga dirangkul bersama kamla menjadi rapala (relawan penjaga laut nusantara). adapun kegiatan poklahsar pendampingan Pieter dan Penyuluh KP (kelautan dan perikanan) untuk membantu akses pasar dan memperluas pemasaran produk olahan perikanan.
Menurut Pieter, Seilbers berawal dari sebuah komunitas nelayan tangkap yang mempunyai problematika yang sama, baik dari segi teknis maupun kelembagaan. Di antaranya aspek permodalan dan pemasaran.
“Jadi pembentukan kelompok dilatarbelakangi kelemahan aksesibilitas nelayan tangkap terhadap berbagai kelembagaan layanan usaha. Misalnya lemah terhadap lembaga keuangan, terhadap lembaga pemasaran, terhadap penyedia sarana produksi, serta terhadap sumber informasi. Dengan berkelompok diharapkan permasalahan yang ada dapat diselesaikan secara bersama,” ucapnya melalui jawaban tertulis.
Pada saat didirikan 2022 kelompok ini merupakan kelompok nelayan pancing ulur. Dengan pendampingan penyuluh perikanan, Seilbers berhasil memiliki kapal purse seine yang dibeli dengan KUR BRI. Sejak itu kelompok yang beranggotakan 10 orang ini dapat menyediakan lapangan usaha bagi masyarakat sekitar.
Menyinggung soal potensi komoditas usaha, Pieter menjelaksan, berupa ikan layang, ikan kembung, dan jenis ikan pelagis kecil lainnya. Khusus untuk pancing ulur potensi hasil tangkapan berupa tuna, cakalang dan tuna ekor kuning. Secara umum potensi laut WPP 714 tempat kapalnya beroperasi, sangat kaya ikan sehingga usaha penangkapan sangat produktif. Oleh karena itu mereka menargetkan untuk menambah jumlah kapal agar dapat membuka lapangan pekerjaan untuk lebih banyak nelayan.
Peran Penyuluh
Pieter mengaku, kelompoknya sangat membutuhkan penyuluhan dan pendampingan dari Penyuluh KP. Pasalnya, dengan adanya pendampingan dari penyuluh mereka mendapatkan informasi yang sebelumnya tidak mereka ketahui. Contohnya mereka dibantu dalam mendapatkan akses modal melalui KUR yang sebelumnya mereka mencari modal dari rentenir dan lembaga lain yang bunganya besar. Pada 2022, mereka dibantu penyuluh mendapatkan modal usaha KUR Rp250 juta.
Penyuluh juga memberikan pengarahan agar mencatat hasil produksi di setiap titik atau wilayah penangkapan sehingga dapat mengetahui data di bulan apa dan di mana ikan tertangkap banyak.
Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 158/ Juli-Agustus 2025



