Jawa Barat (TROBOSAQUA). Di Indonesia, tren blue polar parrot mulai meningkat pesat. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan kemudahan berbelanja melalui platform e-commerce, permintaan akan ikan ini pun terus melonjak. Banyak penghobi ikan hias kini lebih memilih blue polar parrot karena selain memiliki tampilan yang cantik, perawatannya juga cukup mudah dan tidak memerlukan banyak perhatian yang rumit.
Menurut breeder blue polar parrot dari Teras Iwak Jambudipa, Yudhis Sundang yang lebih akrab disapa Kang Yudhis, ikan hias yang satu ini bukan hanya mempesona dengan warna birunya yang memikat, tetapi juga langka, karena belum banyak breeder di Indonesia yang berhasil menangkarkannya secara konsisten.
“Nggak gampang nge-breed blue polar. Ikan ini punya sifat sensitif, dan nggak semua indukan bisa cocok. Butuh feeling, ketelatenan, bahkan kadang kesabaran lebih dari itu—kayak nunggu gebetan bales chat,” canda Kang Yudhis dengan tawa yang khas.
Namun, di balik candaannya, tersimpan kerja keras yang tak tampak. Berbulan-bulan mencoba, gagal, lalu mencoba lagi. Mulai dari eksperimen air, pakan, pencahayaan, hingga mempelajari pola kawin dan tingkah laku indukan. Semua itu dilalui sendirian, belajar dari nol, menggali ilmu dari forum-forum daring, hingga ngobrol ngalor-ngidul dengan sesama penghobi.
Meskipun blue polar parrot dikenal sebagai ikan hias yang relatif mudah dipelihara, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh para peternak dalam merawatnya. Salah satu aspek yang paling krusial adalah menjaga kualitas air dalam akuarium.
Ikan ini, seperti halnya kebanyakan ikan hias lainnya, sangat sensitif terhadap kondisi air di lingkungan tempat mereka hidup. Kualitas air yang buruk dapat berisiko bagi kesehatan ikan, mempengaruhi pertumbuhannya, bahkan menyebabkan penyakit yang berbahaya.nattasya



