Data esensial budidaya antara lain; data treatment dari dinamika bakteri di probiotik; data dinamika bakteri air kolam dan data dinamika bakteri di usus udang
Siklus penyakit yang tidak pernah berhenti di budidaya udang, membuat petambak harus selalu waspada. Pencegahan maupun perlakukan khusus (treatment) mesti dilakukan agar tidak mengganggu produktivitas budidaya.
Dan dalam treatment ini, pengumpulan data sebagai jejak rekam penyakit hingga bentuk antisipasi menjadi bahan krusial budidaya kedepannya. Lulu Nisrina, tim R&D Shrimp Protect lab CeKolam menguraikan bahwa budidaya adalah proses bisnis yang kompleks terutama dengan pertimbangan ribuan berbasis data.
Saking rumitnya kadang petambak tidak sadar kehilangan salah satu data esensial. Data esensial tersebut adalah berupa data treatment dari dinamika bakteri di probiotik; data dinamika bakteri air kolam dan data dinamika bakteri di usus udang.
“Dalam budidaya udang banyak sekali data yang harus diinput. Mulai dari data kualitas yang harus dicek setiap hari, pagi, siang dan malam. Data bobot udang harus diukur pertumbuhannya. Dinamika patogen juga dicek, apa ada kematian,” tuturnya mengawali pemaparannya.
Pada budidaya udang, lanjutnya, yang paling seksi itu vibrio yang harus dicek melalui PCR. Pengecekan ini dilakukan guna mengetahui sesuatu yang tidak diinginkan, seperti tiba-tiba ada serangan patogen. Jika itu terjadi harus segera diambil keputusan, panen cepat tetapi tidak untung atau melakukan treatment, seperti apa dan bagaimana caranya. Jika melakukan treatment, apakah treatment-nya berkelanjutan?

Sering terjadi di lapangan, hasil siklus pertama tidak sama dengan siklus kedua. Ini sering menjadi pertanyaan besar bagi petambak. Di sinilah perlunya data karena bisa jadi kondisi lingkungannya berbeda. Atau bisa jadi suatu treatment pada siklus pertama tidak membuahkan hasil alias gagal. Maka jika diulangi lagi pada siklus berikutnya maka hasilnya akan sama. Makanya dengan data yang lengkap maka suatu treatment yang dijalankan akan mencegah kegagalan budidaya.
Lalu, data juga memberikan pesan kepada petambak harus melakukan apa. Misalnya data vibrio tinggi, kenapa dan apa yang harus dilakukan untuk menurunkannya. Misalnya, melakukan aplikasi probiotik. Ketika aplikasi probiotik maka akan terjadi perubahan mikroba di dalam usus udang. Perubahan apa saja yang terjadi? Jika terjadi perubahan struktur mikroba di dalam usus udang maka udang bisa sakit. Untuk mengetahui sehat tidaknya udang maka bisa dilihat dari ususnya.
“Setelah aplikasi probiotik harus dicek apakah vibrionya turun atau tidak. Kita bisa bandingkan, pada siklus pertama menggunakan probiotik A, seberapa turun vibrionya. Lalu pada siklus kedua menggunakan probiotik B, dicek juga seberapa turun vibrionya. Dari kedua data itu nanti kita bisa analisis dan simpulkan probiotik mana yang paling efektif untuk menekan vibrio,” urainya.
Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 157/ Juni – Juli 2025



