Oleh: M Pattekai*
Produksinya bisa membantu masyarakat rawan stunting untuk penuhi nutrisi dari protein
Suatu pagi, terlihat kesibukan kelompok nila bioflok dan penyuluh binaan di kawasan kelurahan Gunung Batu, Kota Bogor-Jawa Barat. Kesibukan ini adalah untuk mempersiapkan panen nila sipanen di kolam bundar.
Biolfok sipanen tidak menggunakan molase pada sistem budidayanya akan tetapi menggunakan formula yang disebut prebiomix (bisa didapatkan di BRPBATPP Bogor) sebagai sumber mineral yang dibutuhkan oleh bakteri dalam proses flokulasi. Produktivitas nila bioflok sipanen di kelompok Kota Bogor mencapai 17-20 kg/m2. Ukuran panen antara 3-6 ekor per kilogram.
Sistem bioflok nila sipanen yang banyak dilakukan di Kota Bogor tidak hanya pada kolam bundar, akan tetapi ada juga yang menggunakan kolam berbentuk kotak. Pembudidaya nila bioflok sipanen di lokasi panen terbentuk pada Juli 2024, bersamaan dengan 4 Kelompok lainnya di Kota Bogor.
Lima kelompok tersebut dibentuk sebagai upaya untuk pengentasan stunting di Kota Bogor, dimana anggota kelompok terdiri dari tokoh masyarakat dan keluarga rawan stunting (KRS). Lima kelompok tersebut diberikan bantuan paket budidaya ikan nila bioflok Sipanen dari Dinas Ketahanan Pangdan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor masing-masing lima unit kolam setiap lokasi. Hasil panennya nantinya dibagikan kepada keluarga stunting dan keluarga rawan stunting yang ada di wilayah keluarahan kelompok tersebut.
Lokasi Panen terletak di Kota Bogor, yakni Kelurahan Gunung Batu Kecamatan Bogor Barat, dengan empat lokasi lain yang terletak yakni Kecamatan Tanah Sareal, meliputi Kelurahan Kedung Waringin dan Kedung Badak; Kecamatan Bogor Selatan meliputi Kelurahan Pamoyanan dan Kelurahan Rangga Mekar. Setiap lokasi memiliki lima unit kolam yang terdiri dari 4 unit kolam diameter 2 meter dan 1 unit kolam diameter 4 meter. Untuk program dari Dinas DKPP Kota Bogor ini, masing-masing kelompok terdiri dari 10-12 Orang anggota kelompok. Kelompok lain ada sekitar dua Kelompok dan satu pondok pesantren.
Hasil panen lima kelompok tersebut didistribusikan untuk warga yang masuk kategori keluarga stunting dan keluarga rawan stunting di lokasi kelurahan masing-masing kelompok dan sebagai dijual untuk operasional budidaya

Peran Penyuluh dalam Sistem Pembagian Kerja
Sistem pembagian kerja budidaya diatur oleh pengurus kelompok. Yaitu; mulai dari kegiatan teknis budidaya termasuk manajemen pakan dan manajemen kualitas ari, pembagian hasil panen, dan pemasaran hasil panen.
Dalam teknik pengerjaan budidaya ini, peran penyuluh perikanan adalah sebagai pendamping teknis budidaya nila bioflok sipanen dan sebagai pendamping manajerial manajemen usaha dan kelompok. Penyuluh perikanan secara rutin memastikan SOP (Standar Operasional Prosedur) bioflok sipanen berjalan dengan baik, pengontrolan pada siklus pertama bisa 1-2 kali seminggu. Penyuluh Perikanan Kota Bogor mendampingi 1-2 kelompok yang mengaplikasikan bioflok sipanen.
Sistem budidayanya, menggunakan sistem budidaya ikan nila bioflok sipanen yang merupakan inovasi penyuluh perikanan yang dikembangkan dan disebarluaskan oleh Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan (BRPBATPP) Bogor. Terdapat kolam percontohan bioflok sipanen yang dikelola penyuluh perikanan Kota Bogor di Instalasi Perikanan Cibalagung milik BRPBATPP.
Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 158/ Juli-Agustus 2025



