Pangkalpinang (TROBOSAQUA). Forum Komunikasi Praktisi Akuakultur Bangka Belitung (FKPA Babel) mengadakan temu silaturahmi antara praktisi tambak se-Bangka pertengahan Juni. Dalam rangkaian kegiatan diskusi informal bersematkan acara ngopi santai ini, para praktisi tambak yang terdiri dari teknisi tambak serta sales pakan berdiskusi mengenai isu ter-update di perudangan.
Ketua FKPA Babel, Rusdi Samsuri menyatakan, dalam temu silaturahmi biasanya diadakan untuk mempererat hubungan antar pengurus dan anggota. “Tidak mesti resmi, misal kali saja kita rembuk langsung yang ada di Pangkalpinang siapa, yuk gabung. Dan diskusi banyak kita bahas mengenai isu-isu terkini,” ucapnya di depan sekitar 20an orang anggota dan pengurus FKPA Babel.

Diskusi kali itu, misalnya, lebih banyak dibahas mengenai penyakit yang kerap menghinggapi tambak di Babel. “Dimana, biasanya penyakit yang ditemukan itu cukup berbeda. Misal di Bangka bagian utara saat ini dikeluhkan adanya EHP (Enterocytozoon hepatopenaei), sementara di Bangka bagian selatan lebih ke arah myo atau IMNV (Infectious Myonecrosis Virus). Dan ini selalu menjadi diskusi diantara kita, bagaimana mengatasinya dan cara-cara mencegahnya,” ujar Rusdi.
Tidak jarang, tambahnya, para teknisi dan sales pakan juga saling bagi ilmu untuk mencegah penyakit pada udang. Apalagi, tidak sedikit di satu kawasan pertambakan, terdapat banyak unit tambak yang dimiliki owner yang berbeda.
“Otomatis kita harus cegah bersama-sama, karena satu tambak kena, ditakutkan penyakit akan menyebar ke tambak lain. Dan kalaupun sudah kena, kita harus segera siap untuk antisipasinya,” tegas Rusdi.dini/edt



