Dari tangan kreatif, hadir camilan sehat kaya protein. Nikmati kelezatan yang menggoda, penuh gizi, dan cocok untuk gaya hidup sehat yang semakin digemari!
Di dunia yang serba cepat ini, memilih camilan yang bergizi menjadi tantangan tersendiri. Banyak camilan di pasaran yang menawarkan rasa enak, tapi seringkali kekurangan kandungan gizi yang seimbang. Beruntung, kesadaran akan pentingnya memilih makanan sehat semakin meningkat. Banyak orang kini mulai mencari camilan yang tidak hanya nikmat, tetapi juga kaya nutrisi.
Eggroll Iwakula, sebuah inovasi dari Iwakula, menjadi jawabannya. Dengan bahan baku udang dan rumput laut, camilan ini tidak hanya lezat tetapi juga mengandung protein tinggi yang sangat dibutuhkan tubuh. Kedua bahan tersebut dikenal dengan kandungan gizi yang baik untuk kesehatan, terutama dalam mendukung perkembangan otot dan memperbaiki jaringan tubuh.
Eggroll sendiri sudah cukup populer sebagai camilan, dikenal dengan tekstur renyah dan rasa yang manis gurih. Namun, banyak eggroll yang beredar di pasaran cenderung mengandung karbohidrat, lemak, dan kalori yang cukup tinggi, namun minim akan protein. Di sinilah Iwakula hadir dengan inovasi baru yang meningkatkan kandungan protein dalam setiap gigitan eggroll-nya.
Menggunakan udang sebagai sumber protein, serta rumput laut yang kaya serat dan mineral, eggroll menjadi camilan yang jauh lebih bergizi. Tekstur renyahnya tetap terjaga, namun dengan manfaat yang lebih banyak untuk tubuh. Cita rasanya yang manis gurih dengan sentuhan khas udang dan rumput laut memberikan pengalaman makan yang berbeda.
Ida Zubaedah, pemilik sekaligus pengembang Iwakula, mengungkapkan bahwa usaha keras dan kreativitas adalah kunci dari kesuksesan produk ini. Untuk mendapatkan komposisi bahan baku yang tepat, Ida melakukan banyak percobaan agar eggroll yang dihasilkan tidak hanya enak, tetapi juga bergizi. Pemilihan udang dan rumput laut sebagai bahan utama bukanlah kebetulan. Kedua bahan tersebut memberikan rasa gurih khas yang membuat eggroll berbeda dari produk serupa.
“Bahan-bahan seperti udang dan rumput laut dapat memberikan rasa yang lebih gurih dan khas. Itu yang membuat eggroll begitu berbeda dan memiliki keunggulan tersendiri,” kata Ida, yang dengan penuh semangat menjelaskan setiap detail dari proses produksinya.
Namun, bukan tanpa tantangan. Untuk memproduksi hingga 300 pack eggroll per bulan (dengan masing-masing pack seberat 140 gram), Ida mengaku tak kesulitan dalam memperoleh bahan baku, karena ia sudah memiliki penyuplai tetap. Kendala yang kerap dihadapi justru datang dari proses pembuatan yang masih dilakukan secara manual, yang tentu saja memakan waktu dan tenaga.
Mula-mula, bisnis Iwakula tidak langsung berjualan produk siap makan seperti yang dikenal sekarang. Perjalanan Ida Zubaedah dalam mengembangkan usahanya dimulai dengan modal yang sangat terbatas, hanya Rp10 juta.
Modal tersebut ia gunakan sepenuhnya untuk membeli ikan dari Indramayu. Saat itu, Ida mengolah ikan tenggiri menjadi produk setengah jadi berupa daging murni ikan tenggiri yang kemudian dipasarkan di kawasan Depok, Jawa Barat, untuk para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) makanan lain yang membutuhkan bahan dasar daging ikan.
Ida bercerita bahwa pada produksi pertamanya, ia berhasil mengolah sekitar 23 kilogram daging ikan tenggiri. “Awalnya banyak yang bilang ini kok mahal. Padahal kalau mau jadi daging murni, itu kan rasionya memang sedikit karena kepala dan tulangnya semua dibuang,” jelasnya.
Meski awalnya menghadapi tantangan harga yang dianggap tinggi, Ida tetap tekun menjalani bisnisnya. Dari hasil penjualan daging ikan murni ini, ia menabung sedikit demi sedikit untuk bisa membeli alat pengolahan sendiri. Dengan alat yang lebih memadai, Ida mulai merambah bisnis makanan jadi yang siap dikonsumsi, yang kini dikenal dengan nama Iwakula. Langkah ini menjadi titik balik yang membuka peluang baru dan memperluas jangkauan pasarnya.
Seiring berjalannya waktu, Iwakula pun berkembang pesat. Kini, ia mampu memproduksi lebih dari 30 kg bahan sehari, dengan produk eggroll menjadi salah satu produk andalan. Namun, meskipun produksi eggroll sangat diminati, Ida mengaku bahwa untuk produk ini, produksinya masih terbatas pada 8 kg per hari karena proses penggulungan masih dilakukan secara manual.
Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 155/April -Mei 2025



