banner12 1
Iklan Web R

Menambak Udang dengan Bermacam Topografi

PHOTO-2025-03-03-10-32-14

 

Berbeda lokasi, berbeda pula penanganan tambak udangnya, termasuk berbeda pula penanganan manajemen kualitas airnya

 

Oleh: Steven Kurniadi*

 

Kunci sukses usaha perikanan atau tambak udang terletak di manajemen airnya. Dan manajemen air ini juga tergantung dari mana asal sumber air lokasi tambak atau topografi lokasi tambak tersebut.

Apabila tambak udang geografinya berpasir maka biasanya susah untuk membentuk kolam. Ketika di-cawuk dengan ekskavator membuat bentuk kotak-kotaknya tetap susah. Kalau tidak dengan lining daripada HDPE atau terpal hitam maka kolamnya bakal boros airnya bakal susut terus dan keluar banyak energi untuk biaya top up air kolam tersebut. Kalau memakai sumber air lautnya disedot karena memang konturnya berpasir maka pompa sedot biasanya akan membawa pasir dan airnya cenderung keruh serta mengandung bahan organik.

Apabila konturnya adalah ber-mangrove, bagus apabila memang ada di bagian outlet tambak udang karena mangrove adalah sumber habitat berbagai macam biota.  Mangrove mempunyai potensi untuk menyerap unsur hara atau bahan-bahan organik dengan baik sehingga air buangan tambak biasanya lebih bersih, parameternya lebih mendekati air yang bersih untuk kembali ke laut. Hutan mangrove juga bisa melindungi abrasi kalau misalnya terjadi banjir.

Tambak pemapar pernah kena banjir beberapa kali dan hilang begitu banyak airnya. Kalau ada gelombang-gelombang besar biasanya akan memakan tanah tambak. Apabila ada pelaku usaha yang ingin buka tambak udang di lahan mangrove sudah dilarang karena sudah tidak boleh lagi membabat hutan mangrove karena dilindungi dan mempunyai potensi menjadi paru-paru dunia.

Jika mengambil air di kawasan hutan mangrove bisanya dasar lautnya rada berlempung atau bertanah. Kalau misalnya bukan pada pasang tertinggi menyedot air lautnya kadang-kadang bisa keruh.

Lain halnya dengan laut laut lepas dengan memasang pipa laut sepanjang-panjangnya bisa sampai ke tengah laut tentunya dengan tidak mengganggu KJA nelayan ataupun bandar-bandar nelayan lainnya. Risikonya kalau ada badai besar pipa-pipanya juga rentan patah. Sekarang pemerintah menerbitkan perizinan PKKPRL yaitu pemanfaatan ruang laut yang mana petambak diminta membayar pemanfaatan ruang laut.

 

Manajemen Air

Bagaimana caranya manajemen air tambak? Pertama harus sedot air laut dimasukkan ke tandon. Tadi tanggulnya terhubung rata, kemudian bikin cowakan atau disudet tanggul yang dibikin dari batako untuk menjadi pintu overflow.

Jarak batas bibir pintu air tersebut sampai ke dasar kolam sekitar 150 cm. Artinya waktu memompa air ke dalam kolam B setelah airnya mencapai 150 cm akan luber masuk ke kolam A. Hal itu akan membuat lumpur atau pasir-pasir berat/endapan partikulat berat untuk settle down di kolam B dan air yang masuk ke kolam A cenderung lebih jernih.

Setelah dari kolam B airnya sudah cenderung lebih jernih, dibuat susunan batu trikling. Batu trikling ini adalah susunan yang ditumpuk dari dasar kolam B sampai ke atas daripada tanggul kolam dari batu kali atau batu cadas. Lebar batu-batu trikling ini antara 80 cm hingga 1,2 m disusun padat begitu sehingga air dari permukaan badan air bisa meresap masuk ke permukaan badan air C dan akan menghasilkan air yang lebih jernih.

Di tambak udang yang menjadi musuh adalah bakteri gram negatif yang disebut vibrio. Kalau ada kelimpahan bakteri gram negatif tersebut dan mendominasi segala macam penyakit mulai menjadi outbreak di dalam kolam.

Vibrio ini adalah bakteri tipe yang melayang-layang di dalam kolom air, sedangkan bakteri gram positif dalam hal ini Bacillus atau Lactobacillus tipe pelekatan. Kalau bertemu dengan substrat dia akan menempel dan menjadi sebuah biofilm sehingga seminggu sekali mengkultur bakteri inokulan komersil dan disiramkan di atas batu-batu trikling guna menciptakan sebuah koloni bakteri baik.

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 155/April -Mei 2025

Tag:

Bagikan:

Trending

WhatsApp-Image-2026-01-14-at-10.01.33
MAKSIMALKAN PROFIT UDANG 2026
5-Januari
Potensi Penyebaran Patogen AHPND Melalui Udara
HEIF Image
Tingkatkan Hasil Nelayan dengan Booster Rumpon
AGT04277
Strain Nila, Butuhnya ‘Paket’ Bukan Ala Carte
2-Januari-1
Gugatan Iklim dari Nelayan Terhadap Korporasi
banner6
banner9
Scroll to Top

Tingkatkan Strategi Budidaya Anda! Baca Insight Terbaru di Trobos Aqua!