WhatsApp Image 2026 06 02 at 13.58.09

LDC Kupang Juara 1 Nasional Adopsi Karang

Penanaman karang simbolis oleh Gubernur NTT dan mitra dok PKP Kupang

Oleh: Riris Yuli Valentine dan Jhon Septin M Siregar

Bagian dari upaya pemulihan habitat karang yang penting bagi kehidupan ikan budidaya

Dari Kupang-Nusa Tenggara Timur (NTT), suara cinta laut kembali bergema. Dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia (8 Juni 2025) dan Hari Segitiga Terumbu Karang (9 Juni 2025), Languan Diving Club (LDC) Kupang menginisiasi aksi nyata melalui kegiatan transplantasi karang di perairan Desa Bolok, Sabtu (7/6). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga laut sebagai warisan tak tergantikan.

Dibuka langsung Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, melalui penanaman karang secara simbolis bersama Direktur Politeknik KP Kupang dan perwakilan mitra yang hadir. “Setiap pembangunan di NTT harus menjaga kelestarian lingkungan, termasuk laut dan ekosistemnya. Kegiatan seperti transplantasi karang ini adalah langkah bijak yang harus terus dilakukan dan didukung,” terang gubernur.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari kompetisi ‘Lomba Adopsi Karang’ oleh Jaringan Adopsi Karang Indonesia (JARI). Namun bagi LDC Kupang, kegiatan ini bukan sekadar ajang lomba, melainkan panggilan untuk menyatukan edukasi, aksi, dan refleksi dalam memperingati dua hari besar lingkungan laut. Dengan semangat kolaborasi dan kesadaran ekologis, LDC Kupang berhasil meraih penghargaan sebagai penerima donasi karang terbanyak dan dinobatkan sebagai Juara 1 Nasional dalam lomba tersebut.

Dari Krisis ke Aksi Nyata

Lokasi transplantasi karang berada di perairan Bolok, tepatnya tidak jauh dari kawasan kampus Politeknik KP Kupang. Wilayah ini sebelumnya dikenal sebagai area menyelam dengan keindahan karang yang luar biasa. Namun, pada April 2021, badai Siklon Tropis Seroja melanda sebagian besar wilayah NTT, termasuk perairan Bolok.

Hantaman badai merusak ekosistem bawah laut secara besar-besaran. Kini, sebagian area terumbu karang di Bolok mengalami kerusakan parah. Padahal, terumbu karang bukan hanya elemen estetika laut semata, ia merupakan pondasi penting bagi keberlanjutan akuakultur air laut. Banyak spesies ikan ekonomis penting, termasuk yang dibudidayakan, menggantungkan hidupnya pada ekosistem karang sebagai tempat berlindung, memijah, dan mencari makan. Jika karang rusak, maka populasi ikan pun akan terancam, yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas sektor perikanan dan akuakultur.

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 158/ Juli-Agustus 2025

Tag:

Bagikan:

Trending

ADV-SYAQUA-2.jpg
SyAqua Mengoptimalkan Kadar Protein Dalam Pakan Udang: Bukti dari Uji Komersial Multi-Tambak di Thailand
Patin siap fillet by TROBOS
Ketika Dapur MBG Memburu Daging Ikan  
4F23737F-7727-4307-8E5C-36132EF5E8C4
Indo Livestock 2026 Himpun Pelaku Industri dari 30 Negara
ABCA02C5-D56C-454E-8A1F-48C9F82CAD4D
YUKI Dorong Pengendalian Penyakit Lewat Air
AgResults mengapresiasi pelaku usaha yang mempercepat adopsi teknologi di sektor akuakultur by Agresult
Adopsi Teknologi Akuakultur Meningkat, Ribuan Pembudidaya Rasakan Manfaat Program AgResults  
banner6
banner9
Scroll to Top