Meningkatnya permintaan global terhadap makanan laut, yang dibarengi dengan berkurangnya stok ikan liar, menghadirkan tantangan yang signifikan terhadap ketahanan pangan. Thomas Wilson, ahli gizi akuakultur, mengemukakan ‘intensifikasi akuakultur’ sebagai solusi penting untuk masalah mendesak ini.
Konsep inti melibatkan peningkatan produksi makanan laut secara drastis dari jumlah air, lahan, dan sumber daya energi yang sama. Namun, akuakultur intensif menuntut pengelolaan berbagai faktor secara cermat, termasuk pakan dan kondisi lingkungan, serta membawa risiko tinggi wabah penyakit. Oleh karena itu, Wilson mengusulkan strategi utama untuk mengatasi tantangan ini, sekaligus meningkatkan produktivitas dan meningkatkan kinerja lingkungan.
Strategi Akuakultur yang Berkelanjutan dan Efisien
Untuk memastikan pertumbuhan industri akuakultur yang berkelanjutan dan efisien, Wilson menekankan strategi penting berikut:
- Fokus pada Spesies yang Tangguh:Sangat penting untuk memilih spesies akuatik yang mampu beradaptasi dan tumbuh subur dalam kondisi pertanian dengan kepadatan tinggi. Contohnya termasukikan nila Dan udang berkaki putih, yang memiliki karakteristik yang cocok untuk pertanian intensif.
- Pakan Berkualitas Tinggi dan Rendah Polusi:Tantangan utama dalam akuakultur adalah menjaga kualitas air, yang dapat menurun karena pakan yang tidak dimakan atau tidak dicerna yang melepaskan polutan. Penggunaanpakan akuatik yang sangat mudah dicerna dan rendah polusiOleh karena itu sangat penting untuk meminimalkan limbah dan menjaga kebersihan lingkungan perairan.
- Pilih Spesies dengan Kebutuhan Protein Lebih Rendah:Memilih hewan air yang dapat tumbuh dengan baik tanpa asupan protein yang sangat tinggi, sepertiikan nila, ikan mas, lele, dan pangasius, memungkinkan penggabungan bahan-bahan nabati yang lebih banyak dalam formulasi pakan. Hal ini mengurangi ketergantungan pada tepung ikan yang mahal dan meningkatkan pemanfaatan produktivitas alami dalam lingkungan pertanian.
- Berinovasi dalam Nutrisi dan Manajemen Pakan:Penelitian dan pengembangan berkelanjutan dinutrisi pakan akuakultur, produksi pakan, dan manajemen pemberian pakansangat penting. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan efisiensi pakan, mengurangi biaya dan limbah, serta mengeksplorasi alternatif berkelanjutan untuk bahan baku penting seperti minyak ikan.
- Berinvestasi dalam Sistem Produksi Ramah Lingkungan: Masa depan akuakultur tidak hanya terbatas pada jenis pakan atau metode budidaya; namun juga mencakup pengembangan sistem produksi. Berinvestasi dalam R&D untuksistem pertanian berdampak rendah terhadap lingkungan, seperti Sistem bioflokBahasa Indonesia:Sistem Akuakultur Resirkulasi (RAS), Dan Sistem Terpadu, akan secara signifikan mengurangi jejak ekologis industri akuakultur.
Penerapan strategi ini akan meletakkan dasar yang berkelanjutan bagi ketahanan pangan laut jangka panjang, dan memenuhi permintaan populasi global yang terus bertambah.
Menanggapi meningkatnya permintaan akan tenaga ahli dalam nutrisi hewan akuatik, sejalan dengan pendekatan akuakultur intensif, Progressus mengundang individu yang tertarik untuk berpartisipasi dalam pelatihan khusus ‘Kursus Nutrisi Air’ Ini adalah kesempatan unik untuk memperoleh pengetahuan praktis dan terkini yang dapat langsung bermanfaat bagi karier Anda dan pengembangan pakan perusahaan Anda. Tempat terbatas, jadi amankan tempat Anda hari ini dan bergabunglah dengan profesional industri lainnya dalam memajukan keahlian nutrisi akuakultur di Asia. Daftar sekarang dan jadilah bagian dari masa depan pakan akuakultur berkelanjutan.
Kursus ini akan dilakukan dalam bahasa Inggris mulai 15–18 Juli 2025, di Four Points by Sheraton, Bangkok, Thailand. Untuk informasi lebih lanjut atau untuk mendaftar, silakan klik link ini https://docs.google.com/forms/d/1Lf9QG1r3h_lm35INcN-DEx6RrHmQMDvB2U-ZA7gTmRM/edit.ist/dini/edt




