Oleh: Soen’an Hadi Poernomo
Acap kali kita terpukau pada fakta bahwa negeri ini memiliki wilayah laut yang luas, dengan sumberdaya alam yang melimpah. Dengan demikian diharapkan memberi sumbangan ekonomi yang besar, termasuk untuk PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak).
Tapi harus diingat pula, diperlukan pengelolaan yang mensejahterakan rakyat, terutama nelayannya, yang banyak menetap di pulau terpencil, dengan biaya produksi dan kehidupan yang tidak murah. Serta diharapkan pula untuk mengingat pelestarian sumberdaya alamnya. Jangan sampai over-fishing, kelebihan tangkap, sehingga berakhir minimnya jumlah ikan yang masih berada di lingkungannya.
Berada di kawasan tropis yang hangat sepanjang tahun, juga memberikan keistimewaan. Berbagai jenis ikan hidup di perairan ini. Berbeda dengan di negeri subtropis, empat musim, yang menyebabkan hanya ikan yang tahan suhu dingin dapat hidup di sana.
Jenisnya tidak banyak, dan hidup bergerombol. Dari sisi ekonomis, di sana memang bisa lebih praktis, mudah dan menguntungkan dalam industri penangkapan ikan.
Jenis ikan yang beraneka ragam ini berkonsekuensi sistem pengelolaan penangkapan ikan menjadi kompleks. Alat penangkapan ikan dan ukuran kapalnya banyak macam. Nilai ekonomis atau harga ikan juga sangat berlainan. Hari layar dan biaya produksi bisa sangat berbeda. Apalagi setiap waktu tertentu terjadi pergantian musim.



