Jakarta (TROBOSAQUA). Begitu krusialnya masalah sampah di laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus melakukan berbagai kampanye untuk mengantisipasinya. Salah satu yang telah dilakukan adalah melalui Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (BCL). Langkah ini dilakukan dengan menggandeng nelayan dan masyarakat lokal dalam membersihkan sampah laut dan mempromosikan pengelolaan laut, penanganan abandoned, derelict, lost, fishing gear (ADLFG), dan pengelolaan sampah di pelabuhan perikanan. KKP juga memperkuat penegakan kebijakan dan memperluas kampanye pendidikan inklusif tentang konservasi laut dan air tawar.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) I Nyoman Radiarta mengatakan, KKP akan fokus melakukan mitigasi polusi mikroplastik yang telah merembes ke laut. Antisipasi ini dilakukan untuk membangun ekosistem perairan yang lebih sehat, sehingga pembangunan perikanan bisa berkelanjutan.
Tak bisa dipungkiri, polusi mikroplastik merupakan tantangan lintas batas yang terus berkembang di belahan bumi. Polusi tersebut membutuhkan perhatian mendesak dan tindakan kolaboratif. “Kekhawatiran global terhadap polusi plastik laut meningkat. Hal yang tak kalah penting juga dilakukan adalah penanggulangan sampah di air tawar untuk mendukung perikanan darat dan masyarakat lokal,” ujar Radiarta dalam keterangan pers, di Jakarta, belum lama ini.
Kendati masih terkesan temporal (seremonial) Gernas BCL minimal sudah menunjukkan hasil dalam mengurangi sampah di laut. Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut, Victor Gustaaf Manoppo mengemukakan, sampai 2024 Gernas BCL berhasil mengumpulkan sampah pesisir dan laut sebanyak 1.005,82 ton dan melibatkan 4.621 Nelayan. Kegiatan ini melibatkan 22 kabupaten/kota dan hingga Juli 2024 lalu sudah meluas di 30 kabupaten/kota.
Menurut Victor, bertambahnya peserta kegiatan menunjukkan kalau kesadaran masyarakat mulai meningkat. “Diharapkan, kedepannya seluruh pemerintah daerah, khususnya nelayan dan mitra bisa menggelorakan kegiatan ini sehingga sampah plastik di laut bisa dikelola dengan baik untuk pembangunan perikanan berkelanjutan,” ujar Victor dalam keterangan pers, di Jakarta, belum lama ini.
Berdasarkan data Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL), sejak 2018 hingga 2023, secara konsisten telah terjadi pengurangan masuknya sampah plastik ke laut dengan total 41,68% atau sebesar 256.613 ton dari baseline data kebocoran sampah laut pada 2018 yakni sebesar 615.675 ton.
Menurut Victor, dukungan berbagai pihak terhadap kegiatan ini sangat diperlukan. Hal tersebut sangat penting agar laut tetap bersih dan terbebas dari sampah plastik. “Gernas BCL langkah konkrit KKP dalam melakukan pengelolaan sampah secara berkelanjutan melalui pendekatan pentahelix dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya.dimas



