WhatsApp Image 2026 06 02 at 13.58.09

Jaga Kualitas Air, Kunci Keberhasilan Budikgalon

B5DEC2EA-B3C2-421A-88E0-55FEB1601F56

Semarang (TROBOSAQUA). Budidaya ikan dalam galonatau Budikgalon menjadi salah satu alternatifpemeliharaan ikan yang dapat diterapkan di lahanterbatas. Namun, keterbatasan volume air membuatkualitas air dan kepadatan ikan harus dikelola secaracermat sesuai ukuran ikan yang dipelihara.

Kualitas air adalah faktor utama keberhasilan Budikgalon. Karena wadahnya terbatas, kondisi air harus dijagadengan baik,” ujar Sekar Wangi Kasih Prasetya, mahasiswa Akuakultur Universitas Diponegoro (Undip) sekaligus anggota Kelompok 3 KKN-T IDBU 26 Desa Kalongan.

Menurut Sekar, kepadatan ikan perlu disesuaikan seiringpertumbuhannya. Pada galon berkapasitas sekitar 15 liter, benih lele berukuran 5–7 cm dapat ditebar sekitar 10 ekor. Ketika ikan tumbuh hingga ukuran 7–10 cm, jumlahnyasebaiknya dikurangi menjadi sekitar 7–8 ekor. Sementarapada ukuran 10–12 cm, kepadatan cukup 5–6 ekor per galon.

Selain mengatur kepadatan, pengelolaan kualitas air menjadi bagian penting dalam pemeliharaan. Sekar menjelaskan, sekitar 30–50% air dapat diganti setiap satuhingga dua minggu. Penyifonan juga perlu dilakukan untukmembuang sisa pakan dan kotoran yang mengendap di dasar wadah.

9299A806 F5F8 4289 9CD3 EF6D25787FFC
Sekar mensosialiasikan BUDIKGALON by pribadi

Aerasi sederhana dapat digunakan untuk membantumenjaga ketersediaan oksigen terlarut. Kondisi air juga perlu dipantau secara rutin, terutama ketika mulai terlihatkeruh atau mengeluarkan bau.

Tanda lain penurunan kualitas air dapat terlihat dariperilaku ikan, seperti sering muncul ke permukaanmaupun menurunnya nafsu makan. Jika kondisi tersebuttidak segera ditangani, ikan berisiko mengalami stres, pertumbuhan terhambat, hingga kematian.

Budikgalon yang diperkenalkan menggunakan sistemsederhana tanpa resirkulasi atau pengaliran kembali air. Nutrisi yang berasal dari kotoran ikan dimanfaatkan untukmenunjang pertumbuhan tanaman yang ditempatkan di bagian atas wadah.

Air dan nutrisi dari dalam galon diserap tanaman melaluikain flanel yang dipasang pada net pot. Dengan konseptersebut, satu wadah dapat dimanfaatkan untukmenghasilkan ikan konsumsi sekaligus sayuran.

Penerapan Budikgalon diperkenalkan kepada Karang Taruna RW 15 Puri Delta Asri, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, melalui kegiatan mahasiswa Akuakultur Fakultas Perikanan pada Juli 2026.

Selain menjadi sarana edukasi budidaya ikan, Budikgalondiharapkan dapat menjadi alternatif pemanfaatan lahanterbatas di lingkungan rumah tangga. Sistem sederhanatersebut memungkinkan masyarakat membudidayakanikan sekaligus menanam sayuran dalam satu wadah yang relatif mudah diterapkan. dian

Tag:

Bagikan:

Trending

B5DEC2EA-B3C2-421A-88E0-55FEB1601F56
Jaga Kualitas Air, Kunci Keberhasilan Budikgalon
Panitia dan peserta Tematik IDBU 42 Universitas Diponegoro by Pribadi
Melirik Peluang Usaha dari Aquascape  
Pemateri dan peserta AquaDigest 2026 by panitia AquaDigest
Formulasi Pakan Dituntut Lebih Fleksibel di Tengah Gejolak Pasokan Global  
Riset Kunci Akuakultur
Riset Kunci Akuakultur Berkelanjutan
penandatanganan kerjasama
Siger PIK Unila Dorong Inovasi Riset Perikanan Berkelanjutan Untuk Ketahanan Pangan
banner6
banner9
Scroll to Top