banner12 1
Iklan Web R

Indonesia Mariculture Conference 2025: Dorong Masa Depan Budidaya Laut Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Nasional

Surabaya, 1 Juli 2025 — Organisasi Himpunan Pembudidaya Ikan Laut Indonesia (HIPILINDO) sukses menggelar Indonesia Mariculture Conference (IMC) 2025 yang berlangsung di Hotel Fairfield by Marriott, Surabaya. Mengusung tema “Mewujudkan Masa Depan Marikultur yang Berkelanjutan melalui Kolaborasi Nasional”, konferensi ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, akademisi, praktisi industri, asosiasi, hingga perusahaan pendukung untuk bersama-sama mendorong transformasi sektor budidaya laut Indonesia.

Acara dibuka secara resmi oleh Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diwakili oleh Direktur Perikanan Budidaya Laut, Iksan Kamil. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan kolaborasi dalam pengelolaan potensi perairan laut Indonesia yang mencapai 12 juta hektare, di mana saat ini baru sekitar 1,5% yang dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya. Ketua Umum HIPILINDO, Pangihutan Sitorus, serta Ketua Pelaksana Ariq M. Irsyad, turut hadir dan menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya konferensi ini.

WhatsApp Image 2025 07 17 at 14.42.09
Suasana Acara

Pada sesi pertama, yang mengangkat tema “Arah Kebijakan dan Sinergi Mendukung Mariculture Nasional”, hadir perwakilan dari DJPB-KKP, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, serta akademisi dari Universitas Airlangga, Prof. Dr. Akhmad Taufiq Mukti. Mereka membahas kebijakan nasional, kesiapan zonasi wilayah budidaya laut di Jawa Timur yang telah mencapai 308.000 hektare, serta pentingnya peran pendidikan vokasi dalam menyiapkan SDM yang siap kerja. Sesi ini juga diwarnai penandatanganan MoU sebagai bentuk komitmen kolaborasi lintas sektor.

Sesi kedua menghadirkan para praktisi dan pelaku teknologi budidaya laut dengan tema “Strategi, Efisiensi, dan Teknologi dalam Budidaya Marikultur”. Hsiang Lan dari USSEC membagikan pengalaman dalam budidaya bandeng di KJA laut, sementara Mufti Islam Insani dari MSD Animal Health memaparkan peran vaksinasi dalam meningkatkan ketahanan budidaya laut skala besar. Diskusi dilanjutkan dengan talkshow bersama pengurus HIPILINDO yang menyoroti pentingnya dukungan regulasi, kemudahan perizinan, dan peran asosiasi dalam mengembangkan sektor ini.

Konferensi ditutup dengan sesi ketiga bertema “Peran Industri Pendukung dalam Mendorong Budidaya Laut Skala Besar”. Tiga perusahaan yaitu Skretting Indonesia, Tequisa, dan MS berbagi kontribusi mereka dalam mendukung produktivitas budidaya melalui inovasi pakan, sistem filtrasi, dan layanan teknologi. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan networking dinner yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperluas jejaring kerja dan menjalin kolaborasi baru.

IMC 2025 menjadi momentum penting untuk mempertegas arah pembangunan marikultur Indonesia yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan. Kolaborasi antar pihak pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat diharapkan mampu menjadikan sektor budidaya laut sebagai pilar ekonomi biru yang tangguh dan berdaya saing global.

Tag:

Bagikan:

Trending

Bobby dok pribadi
Ikan Lokal, Momentum yang Butuh Komitmen
Banyak yang harus disiapkan untuk udang padat tebar tinggi by Dini
Kesiapan Hatchery untuk Prasyarat Padat Tebar Tinggi
Ikan budidaya (nila merah) by TROBOS
Ikan Berlimpah Jelang Lebaran
KKP kirim 1852 kontainer udang bersertifikat bebas Cesium ke AS dalam tiga bulan dok istimewa
Sebanyak 1.852 Kontainer Lolos Cesium-137
Copy of Kolaborasi masyarakat untuk mangrove dok istimewa
Kuatkan Kawasan Mangrove dan Kepiting Bakau di Lantebung
banner6
banner9
Scroll to Top

Tingkatkan Strategi Budidaya Anda! Baca Insight Terbaru di Trobos Aqua!