Pangkalpinang(TROBOSAQUA). Danantara Indonesia beserta PT PLN menyelenggarakan kegiatan PLN Shrimp Farming Engagement Summit 2025 di Pangkalpinang-Bangka Belitung (Babel) pada (17/11). Anton Wahyu Utomo, SRM KKU PLN UIW Babel dalam sambutannya, menyebut, keberhasilan tambak udang yang andal, tergantung sumber energi butuh dukungan pasikan listrik yang stabil. “Maka kami PLN wilayah Babel menyampaikan bahwa kami daam kondisi siap untuk mendukung penuh kebutuhan listrik untuk tambak,” ungkap Anton.
Mewakili Gubernur Babel, Andi Nurtito, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia mnegungkapkan, lahan potensi untuk pertambakan udang adalah sebanyak 20 ribu hectare (ha). “Namun, baru termanfaatkan sekitar 10% nya, potensi harus bisa dioptimalkan,” terang Andi.
Setelah sesi foto bersama, seminar pun dimulai dengan sesi pertama menghadirkan Budhi Wibowo, Ketua Gabungan Asosiasi Perikanan Indonesia (GAPI). “Saat ini kita menghadapi berbagai dinamika, saat ini petambak menghadapi tantangan serius harga udang menurun tajam tuntunan jaminan mutu yang harus dipenuhi,” terang Budhi dalam sesi presentasinya.
Hasanuddin Atjo, praktisi udang Sulawesi Tengah diwakili Rama Ranjani yang memaparkan mengenai inovasi dan teknologi yang diterapkan di tambaknya. Khususnya terkait penggunaan sinar ultraviolet (UV) dalam membantu disinfeksi tambak.
Setelah itu presentasi dilanjutkan Gde Budha Adnyana Yasa,Koordinator BUBK Kebumen-Jawa Tengah. Dia mempresentasikan materi berjudul ‘Modeling Budidaya Udang Berbasis Kawasan Kebumen’.
Kepala Badan Mutu KKP Babel, Dedy Arief Hendriyanto,dalam presentasinya menjelaskan tentang kebutuhan sertifikasi dalam produk perudangan. Pihaknya pun selalu siap dalam mendukung pelaku usaha perudangan bisa terus beroperasi dan berproduksi.
Arief Febrianto dari Dinas Kelautan dan Perikanan Babel memaparkan mengenai program pemerintah terkait perudangan. Arief juga menjelaskan tentang data produksi udang di Babel. Dimana pada 2024 terdapat kurang lebih 234 unit kolam yang beroperasi di Babel.
Sesi kemudian dilanjutkan dalam diskusi dengan moderator Eka Febrima, Asman Pelayanan Prioritas dan PAE, PLN IUW Babel. Tantangan yang dihadapi pelaku usaha perudangan dirangkum dalam survei yang kemudian diberikan alternatif solusi oleh narasumber.dini/edt



