banner12 1
Iklan Web R

Doni Ferdian, Berkelompok Budidaya Sekaligus Pakan Mandiri Patin

Kegiatan di Unit Produksi Pakan Ikan Mandiri Kelompok dok pribadi

Sebagai Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mitra Mandiri, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur-Sumatera Selatan, Doni Ferdian menceritakan kilas balik usaha di kelompoknya. Saat ini kelompoknya memiliki kemampuan produksi ikan patin 10-15 kg/m2/tahun.

Ia menuturkan, sebelum 2017 sebagian pembudidaya ikan patin di Desa Sukosari, OKU Timur, berbudidaya ikan menggunakan pakan pabrikan. Akan tetapi, dinilai masih sangat tipis keuntungan, bahkan mengalami kerugian. 

“Kemudian, ada beberapa (pembudidaya) juga menggunakan pakan mandiri berbahan baku lokal. Namun, yang menggunakan pakan mandiri mengalami kendala karena kualitas dan pakannya tidak tentu, dan juga semakin mahalnya harga bahan baku karena pembeliannya dalam partai kecil,” sebut Doni dalam jawaban tertulis beberapa waktu lalu. 

Akhirnya pada 2018, Doni Ferdian dan Purwanto menginisiasi konsolidasi usaha untuk penyediaan bahan baku pakan ikan dan juga pakan ikan mandiri apung. Awalnya pakan ikan yang diproduksi hanya digunakan untuk pakan ikan kolam sendiri. 

Siapa Dia 2

Seiring berjalannya waktu pembudidaya ikan di Desa Sukosari mulai meminta/order dan mencoba pakan tersebut. “Karena sering bertemu dan bertransaksi serta diskusi mengenai budidaya ikan, akhirnya pada 15 Januari 2021 pembudidaya ikan di Desa Sukosari bersepakat untuk membuat kelompok perikanan yang diinisiasi oleh penyuluh perikanan setempat,” sambung laki-laki kelahiran Tegalrejo ini.

Setelah Pokdakan Mitra Mandiri terbentuk, pertemuan rutin antar pengurus dan anggota terus dilakukan setiap bulan. Tujuannya, untuk menyiapkan serta mengevaluasi seluruh kegiatan yang terjadi di dalam kelompok, baik untuk usaha budidaya maupun kelengkapan administrasi kelompok yang difasilitasi oleh penyuluh perikanan. “Selain itu, pertemuan rutin kelompok juga digunakan untuk ajang mendapatkan informasi teknologi budidaya ikan terbaru dari penyuluh perikanan maupun instansi lain seperti technical support dari pabrikan pakan, premik, atau lainnya,” tambah Doni yang pernah bekerja di instansi perbankan sebelum memutuskan terjun menjadi pembudidaya.

Ia kemudian banyak bercerita mengenai sepak terjang kelompoknya dalam mengembangkan usaha budidaya di daerah OKU Timur. Kemampuan produksi budidaya patin dari anggota pada awal berdiri kelompok sekitar 4 kg/meter persegi/tahun atau sekitar 100 ton/tahun. 

“Dan sekarang ini memiliki kemampuan produksi 10-15 kg/m2/tahun. Kami ikuti saran penyuluh perikanan untuk melakukan segmentasi budidaya ikan patin. Tadinya dari ukuran 1,5 inci sampai panen selama 8-12 bulan, saat ini dilakukan segmentasi usaha budidaya dari bibit 1,5 inci sampai bibit sangkal atau kiloan 100 gram dan kemudian dipindah ke kolam pembesaran dari 100 gram ke ukuran konsumsi (700-900 gram),” sebut Doni. 

Dengan adanya segmentasi budidaya ini, masa budidaya ikan lebih singkat dan juga risiko menurunnya kualitas air kolam lebih bisa diatasi. Selain itu, Doni menyebut, peran penyuluh perikanan juga membantu merencanakan budidaya dengan mendampingi pembudidaya ikan membuat RDKP (Rencana Definitif Kebutuhan Pembudidaya) yang dapat memprediksi kebutuhan dan target produksi.

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 157/ Juni – Juli 2025

Tag:

Bagikan:

Trending

By Istimewa
Nyamankan Benur untuk Padat Tebar Tinggi
Belida by KKP
Ikan Lokal Tertinggal di Negeri Sendiri  
Hasil panen udang dok trobos
Film Komposit Kitosan/CMC Pertahankan Kualitas Vannamei
Panen nila by TROBOS
Nila Hitam dari Kediri
Fillet patin by Ramdan
Patin Indonesia Incar Pasar Haji  
banner6
banner9
Scroll to Top

Tingkatkan Strategi Budidaya Anda! Baca Insight Terbaru di Trobos Aqua!