banner12 1
Iklan Web R

Disinfeksi Air Tambak dengan Ultraviolet

Instalasi UVC

Oleh: Maulana Isna Abdillah

 

Air laut merupakan sumber air utama dari tambak udang. Dengan banyaknya pencemaran di air laut, apakah sumber air tambak sudah aman? Belum lagi banyaknya penyakit udang seperti, WWSV, WFD, Myo/IMNV dan EHP atau penyakit udang seperti stunting.

Jika saja di dalam suatu kolam teridentifikasi suatu penyakit, misalnya WSSV maka petambak akan melakukan panen guna mencegah penyebaran ke kolam yang lainnya. Jika ada IPAL air kolamnya yang sudah tercemar bisa dibuang ke IPAL.

Tapi bagaimana jika tidak ada IPAL, tentu akan membuangnya ke laut. Cara ini tentu akan memperparah proses pencemaran laut. Jika air laut ini disedot kembali oleh tambak sebelah maka akan berpotensi terkena penyakit pula.

Disinfeksi menggunakan klorin sudah bagus, meskipun harganya terjangkau tapi akan bersifat berulang dan juga akan cukup mahal jika kita ulang terus dalam 2 atau 3 tahun ke depan. Klorin bereaksi dengan bahan organik dan akan menciptakan suatu disinfeksi guna membunuh patogen. Namun desinfeksi kaporit akan berefek samping berupa residu dapat bersifat karsinogenik bagi udang dan lingkungan.

Selain itu dampaknya bagi teknisi yang mengaplikasikannya untuk tambak akan mengalami iritasi kulit dan klorin juga sangat tidak nyaman. Beberapa review dari literatur ilmiah bahwa desinfeksi yang tidak tepat dosisnya atau tidak sesuai tidak akan efektif melawan semua patogen yang terdapat di dalam air. Klorin bagus untuk membunuh patogen tapi jika dosisnya tidak sesuai atau mungkin bakteri virus itu memiliki dosis tersendiri untuk dapat sampai negatif atau menonaktifkan dapat berisiko patogen dapat resisten.

maulan YUKI
maulana dok pribadi

Alternatif Disinfeksi Ultraviolet

Untuk alternatif disinfektan dengan menggunakan teknologi Ultraviolet (UV). Terdapat tiga jenis UV yakni dari matahari langsung, sinar gelombang dari B dan sinar gelombang C. Untuk UVC sendiri adalah panjang gelombang yang lebih rendah yang bisa merusak dari DNA dan juga nantinya bisa digunakan untuk proses desinfeksi. Jadi biasa digunakan dalam industri desinfeksi seperti sterilisasi dan lain-lainnya.

Untuk mekanisme teknologi UV, yang pertama UV memiliki panjang gelombang dari misal 253,7 nanometer nantinya sinar UV akan menembus lapisan dinding sel dari bakteri, virus ataupun parasit. Setelah masuk nantinya sinar UV akan  mendegradasi atau merusak DNA atau RNA dari bakteri, virus maupun parasit. Jika DNA-nya atau RNA-nya rusak maka bakteri atau virus akan ternonaktifkan sehingga tak bisa berkembang biak dan tidak menginfeksi biota.

Masih banyak yang tidak tepat dalam penggunaan UV sebab jika tidak sesuai dengan dosis yang tepat tentu hasilnya tidak akan efektif. Pasalnya setiap bakteri memerlukan dosis yang berbeda dan spesifik.  Misalnya ada vibrio yang membutuhkan UV kurang dari 15 m j per cm atau ada 1,5 sampai 4 m j per cm.

Begitu pula dengan virus dan juga parasit memiliki jumlah dosis yang harus sesuai untuk dapat membunuhnya. Suatu parasit atau virus membutuhkan 150 m j per cm tetapi ada memerlukan yang lebih tinggi membunuhnya. EHP misalnya, merupakan salah parasit yang memerlukan dosis yang lebih tinggi dibandingkan dengan WSSV.

Selain UV, juga diperlukan filtrasi yang kurang dari 5 mikron atau biasa disebut dengan ultra filtrasi untuk membunuh inang atau cemaran dari sedimen untuk EHP ini dapat menutupi dari suatu terkena sinar matahari. Jadi dengan air yang sudah terlewati dengan ultrafiltrasi akan lebih bisa dihancurkan dengan menggunakan UV. Oleh karena itu rancangan ukuran penggunaan desinfeksi yang tepat harus dilakukan guna memastikan desinfeksi air laut menjadi efektif.

Meskipun telah menggunakan UV mungkin ada yang tidak optimal karena masih ada patogen yang lolos. Selain itu juga air laut sifatnya korosif dan memiliki kesadahan yang tinggi atau mineral yang tinggi sehingga sistem UVC bisa berpengaruh terhadap air lautnya menjadi bersifat korosif. Oleh karena itu pemilihan sistem UV harus khusus dan juga tepat karena tambak udang pasti menggunakan air laut.

Revolusi treatment air, di antaranya adalah desain atau ukuran tepat dalam menggunakan filter guna menghilangkan mikroplastik di pencemar awal mikroplastik, seperti pencemaran kimia berbahaya dari tambang atau pangan dan juga ada partikel-partikel seperti sedimen. Jika ada mangrove dapat menghambat proses desinfeksi UVC. Misalnya dari penggunaan filter itu juga harus menyesuaikan dengan kondisi air laut yang akan digunakan sebelum masuk ke tambak udang.

Di daerah Madura-Jawa Timur (Jatim) contohnya, ada tambak udang yang mengeluhkan sumber air laut memiliki sedimentasi tinggi atau pasirnya sangat tinggi yang berpengaruh terhadap ekosistem tambak. Pada saat ini mereka bisa saja menggunakan kolam sedimentasi bagus, namun jika tambaknya terkena semacam EHP pasti akan ada partikel-partikel halus yang masih tetap lewat dan di sinilah filter dibutuhkan.

 

Tulisan ini sudah dituliskan kembali di majalah TROBOS Aqua edisi 155/15 April – 14 Mei 2025. pada rubrik Teknis.

Tag:

Bagikan:

Trending

Ikan budidaya (nila merah) by TROBOS
Ikan Berlimpah Jelang Lebaran
KKP kirim 1852 kontainer udang bersertifikat bebas Cesium ke AS dalam tiga bulan dok istimewa
Sebanyak 1.852 Kontainer Lolos Cesium-137
Copy of Kolaborasi masyarakat untuk mangrove dok istimewa
Kuatkan Kawasan Mangrove dan Kepiting Bakau di Lantebung
HEIF Image
Empat Aspek Penting CBIB
HEIF Image
Hiu Blacktip, Ikon Ikan Laut di Rumah DeHakim
banner6
banner9
Scroll to Top

Tingkatkan Strategi Budidaya Anda! Baca Insight Terbaru di Trobos Aqua!